DEMAK, Mediajateng.net – Jajaran Satreskrim Polres Demak, meringkus dua pelaku pencabulan anak dibawah umur. Dua pelaku pencabulan tersebut yakni BM (15) warga dan Budi S (18) , keduanya warga Bonang , Demak. Para pelaku secara bergiliran mencabuli SD (14) warga Demak Kota.

Peristiwa pencabulan yang terjadi pada tanggal 21 Desember 2018 lalu, bermula ketika SD menghubungi BM melalui media sosial (Facebook) sekitar pukul 11.00 WIB.

Keduanya sepakat pergi ke pantai Tambak Gojoyo, Kecamatan Wedung, Demak dan janjian bertemu di pertigaan Bonang.

BM ternyata tidak sendiri, dia mengajak temannya BS, kemudian sekitar pukul 13.00 WIB , mereka naik sepeda motor bertiga, menuju ke pantai Gojoyo.

“Sesampainya di Bendungan Tambak Gojoyo, mereka bertiga berhenti di sebuah rumah kosong (rumah genset). Disitulah teejadi pencabulan. SD disetubuhi BM dan BS,” kata Kapolres Demak , AKBP Arief Bahtiar, dalam pers release, di Ruang Rupatama , Polres Demak, Senin (31/12/2018).

Setelah menyetubuhi SD secara bergiliran, kemudian tersangka BM dan BS mengajak korban pindah ke sebuah bedeng (gubug tua) yang berjarak satu kilometer dari lokasi pertama.

“Disitu (bedeng) korban kembali disetubuhi oleh BM, sedangkan temannya BS hanya mengawasi di depan bedeng saja. Aksi bejat tersangka diketahui oleh warga yang sedang bekerja di tambak. Kemudian diamankan oleh warga dan diserahkan ke Polsek Wedung,”ungkap Bahtiar.

“Menurut pengakuan tersangka, mereka mencabuli korban setelah melihat video pornografi dan terpengaruh miras,” lanjutnya.

AKBP Bahtiar menambahkan, kasus pencabulan anak di wilayah hukum Polres Demak termasuk kasus yang menonjol.

Pada tahun 2018 ini, tercatat ada 14 laporan kasus pencabulan anak dibawah umur.

“Sudah 11 kasus pencabulan anak dibawah umur yang berhasil kita selesaikan. Pelaku kebanyakan pacar sendiri. Para pelaku tersebut mencabuli korbannya karena pengaruh miras dan internet,” bebernya.

“Kami mengimbau agar masyarakat lebih berhati – hati mengawasi anak – anaknya. Terutama ikut mengawasi pergaulan anak dengan orang yang belum dikenal maupun yang sudah dikenal. Jangan beri anak kepercayaan lebih agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.