Sukoharjo – mediajateng.net

Menindaklanjuti ditemukannya selongsong atau bungkus petasan jenis kembsng api yang berbahan dari kertas bertuliskan arab yang berasal dari Sukoharjo, Kepolisian Resor Sukoharjo segera melakukan pengecekan di wilayah Sukoharjo beberapa waktu yang lalu, dan menemukan gudang pengumpul kerta bekas milik FSH (61) di Kartasura.

Dari keterangan Kasubag Humas Polres Sukoharjo mengatakan pengecekan yang dilakukan oleh petugas gabungan Sat Reskrim dan Intelkam Polres Sukoharjo di lokasi, selongsong petasan tidak terbuat dari kertas Al Qur’an melainkan dari kertas LKS (lembar kegiatan siswa) dari SD sampai SMP se Soloraya.

“Bahwa kertas yang ada di gudang adalah kertas bekas LKS yang dikumpulkan dari sekolah SD sampai SMP se Soloraya,” ungkap Joko

Joko mrnsmbahkan , FSH ini sudah menekuni usaha pengumpulan kertas selama 15 tahun dan setiap hasil pengumpulan ini dikirim ke Madiun.

“Dari hasil pemeriksaan petugas, FHS membeli kertas dengan harga Rp.3 ribu dan dijual ke Madiun dengan harga Rp. 3 ribu 600 , yang sudah dipotong dengan ukuran 20x20cm,” papar Joko Sugiyanto.

Sementara itu, petugas mendapati sisa kertas LKS yang bertuliskan arab yang belum sempat dikirim ke Madiun.

“Masih ada sisa, sekitar 4 kilogram, kami sita, sedangkan FHS kami berikan pembinaan, bila nanti dalam mendapati kertas serupa untuk diserahkan ke Kepolisian,” tandas Joko (MJ-303)