Semarang – mediajateng.net

Ditengah upaya BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Semarang memperluas kepesertaan masyarakat dalam jaminan kesehatan nasional, sejumlah kendala masih saja ditemui di tengah masyarakat kota semarang. Ada sebanyak 367.000 masyarakat miskin yang tercatat di kota Semarang. Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Tommy Y. Said, belum seluruhnya terlayani dalam program jaminan kesehatan nasional.

“Ada sekitar 60 ribu masyarakat miskin yang sama sekali belum tersentuh berbagai program kemiskinan. Untuk bisa mengaksesnya mereka harus dipaksa, karena selama ini mereka miliki pemikiran jaminan kesehatan hanya dibutuhkan saat sakit.” demikian penjelasan Tommy, dalam Silahturahmi Ramadhan bersama BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Semarang, Rabu ( 21/6 ) di Hotel Star Semarang

Untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan jaminan kesehatan nasional, Dinas Sosial Kota Semarang mengaku masih menemukan sejumlah kendala terutama bagi mereka masyarakat yang ada di sejumlah rumah singgah, khususnya untuk penanganan sikotik atau gangguan mental. Jelas mereka tidak memiliki identitas yang resmi.

Sementara itu,menurut penjelasan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Semarang, Dr. Bimantoro, R AAK terus berusaha memberikan kemudahan masyarakat untuk dapat ikut dalam kepesertaan jaminan kesehatan nasional. Baik melalui kelurahan dan kecamatan terdekat maupun secara mobile.

“Harapannya sebelum 1 Januari 2019, seluruh masyarakat yang ada dikota Semarang sudah menjadi peserta jaminan kesehatan nasional.” katanya (MJ-202)