GROBOGAN, Mediajateng.net – Pemain kayu yang dikenal licin akhirnya tertangkap petugas gabungan Perhutani dan Polsek setelah sebelumnya dilakukan pengejaran.

Berdasarkan informasi dari masyarakat Desa Trembes kecamatan Gabus Grobogan akan ada truk jenis engkel melintas membawa kayu jenis jati yang diduga berasal dari hutan wilayah RPH Trembes BKPH Segoro Gunung yang sedianya akan di jual disekitar Kecamatan Kredenan.

Petugas gabungan antara polisi Polsek Gabus bersama Asisten Perhutani (Asper) BKPH Segoro Gunung bersama jajaranya melakuan penghadangan di jalan antara Kecamatan Kradena menuju Sulursari dan akhirnya Petugas dapat menghentikan kendaraan tersebut di dusun Sono Kecamatan Gabus mobil Truk jenis engkel bernomor polisi K 1649 JF beserta muatan berupa 9 batang kayu balok  jenis jati berbagai ukuran bersama sopir bernama Gamin 40 tahun warga desa Linduk Kecamatan Gabus.
“Truk yang dikendarai Gamin sejak awal sudah kami curigai pada saat akan kita tangkap sempat diikuti terlebih dahulu kemana kayu kayu tersebut akan di bawa “, ungkap Asper BKPH Segoro Gunung Yunasri.
Merasa ada yang mengikuti dari belakang sang sopir lantas menambah laju kendaraannya. Takut buruannya lepas truk tersebut dikejar dan berhasil di hentikan petugas di Dusun Sono Kecamatan Gubus bersama barang bukti.
Usai ditangkap, Gamin mengaku bahwa truk dan kayu yang ia bawa bukan miliknya melainkan milik Pri alias Conggok warga dusun Linduk kecamatan Gabus.
Tak mau targetnya lepas petugas perhutani bersama Polsek Gabus langsung melacak keberadaan tersangka pemilik Truk dan kayu di rumahnya dan berhasil menangkap Pri alias Congngok dirumah Tersangka.
Guna kepentingan penyelidikan kedua tersangaka Giman dan Pri alias Congngok di gelandang ke polsek Gabus Untuk di lakukan proses penyidikan lebih lanjut.
Selain tersangka petugas juga mengamankan barang Bukti berupa satu unit mobil Truk jenis Engkel dengan Nomor Polisi K 1649 JF dan 9 batang kayu balok jenis jati dengan panjang bervareasi antara 3 meter sampai 2,5 meter dengan kubikasi 0,439.

Sementara itu Administratur KPH Gundih Gunawan Catur mengatakan ini sudah menjadi komitmen kita dengan Polsek setempat bahwa apapun bentuknya pelaku Illegal loging harus di proses secara hukum. “Kita tidak akan tolelir pelaku tindak pidana Illegal Loging siapa pun itu tetap harus di proses secara hukum,” tegasnya. (MJ-070)

Comments are closed.