SEMARANG, Mediajateng.net, – Pemkot Semarang mulai merealisasikan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat yang mulai dibangun pada tahun 2019 dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2021.

Hal ini ditunjukkan dengan dilakukannya penandatanganan Head Of Agreement (HOA) dengan Badan Usaha SPAM Semarang Barat di Melia Hotel, Nusa Dua Bali, kemarin.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi optimis SPAM Semarang Barat dapat mencapai target 100% akses air bersih di wilayah tersebut. Hendi, biasa disapa Wali Kota Semarang itu, lega dan bersyukur atas tercapainya kesepakatan pembangunan SPAM Semarang Barat tersebut.

“Syukur alhamdulillah penandatanganan kerja sama ini akhirnya terlaksana. Kerjasama ini penting mengingat pemenuhan air bersih juga menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Semarang saat ini dalam menyejahterakan masyarakat,” ungkap Hendi usai acara.

Nantinya SPAM Semarang Barat akan memproduksi air bersih diperuntukkan bagi masyarakat di Kecamatan Semarang Barat, Kecamatan Ngaliyan, dan Kecamatan Tugu.
Berkapasitas produksi air bersih 1.000 liter per detik, SPAM Semarang Barat berpotensi mengaliri air bersih lebih dari 70.000 KK di tiga kecamatan tersebut.

Sedangkan berdasarkan data terakhir tahun 2017, warga menjadi pelanggan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang sebanyak 32.000 KK dari 102.000 KK yang ada.

“Selain itu terbangunnya SPAM Semarang Barat juga menjadi salah upaya penting bagi Pemerintah Kota Semarang untuk mengendalikan penggunaan air bawah tanah di Kota Semarang”, kata Walikota melanjutkan.

Hendi menambahkan, eksploitasi air bawah tanah di Kota Semarang memang menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan. Pasalnya, dalam penanganan rob dan banjir di Kota Semarang, dirinya juga menghadapi tantangan penurunan muka tanah 4-10 cm setiap tahunnya akibat dari penggunaan air bawah tanah oleh masyarakat secara masif di Kota Semarang.

“SPAM Semarang Barat ini akan memanfaatkan air baku dari Waduk Jatibarang untuk menyuplai air bersih kepada masyarakat. Jadi salah satu semangatnya juga adalah menekan penggunaan air bawah tanah dengan mengelola air permukaan semaksimal mungkin,” jelas Hendi.

Terkait pembangunan SPAM Semarang Barat sendiri akan dikerjakan oleh PT. Air Semarang Barat, sebuah perusahaan konsorsium yang dibentuk oleh PT. Aetra Air Jakarta dan PT. Medco Infrastruktur Indonesia.

Project pembangunan tersebut akan dilakukan dengan skema bangun-guna- serah dengan menelan biaya sebesar Rp458 milyar, dan akan dikerjakan dalam jangka waktu kerja sama selama 2 tahun untuk masa pembangunan dan 25 tahun untuk masa pengoperasian.(ot/mj)