SEMARANG, Mediajateng.net, – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendapatkan kuota 280 formasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) baru di 2019. Formasi itu hanya diperuntukkan bagi tenaga teknis saja. Menurut Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Litani Satyawati, pihaknya belum bisa memberikan detail formasi karena belum mendapatkan informasi tersebut dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB).

Pemkot Semarang dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 tidak memiliki formasi bagi tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan. Padahal, usulan untuk kebutuhan formasi tersebut sudah diajukan ke Pemerintah Pusat.

”Sebenarnya, jumlah tenaga pendidikan dan kesehatan di Kota Semarang masih mengalami kekurangan. Hanya saja, usulan formasi dan kuota itu ternyata tidak dapat dikabulkan. Selama ini, pembagian kuota dan formasi lowongan CPNS menjadi kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya.

Padahal menurutnya, jumlah pegawai pensiunan bagi tenaga pendidikan dan kesehatan setiap tahunnya pasti ada. Kekosongan itu sebenarnya membutuhkan jatah pengisian pegawai baru.

”Mungkin pada tahun depan akan dikejar dan diusulkan untuk pemenuhan kuota serta formasi tersebut,” papar dia.

Informasi seleksi CPNS Kota Semarang, lanjut dia, segera diumumkan melalui situs BKPP Kota Semarang. Jadwal dan persyaratan masih menunggu pengumuman lanjutan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Adapun pendaftaran CPNS dimulai 11 November 2019. Sementara hasil seleksi administrasi, akan diumumkan Desember 2019. Bagi pelamar yang tidak lolos terdapat masa sanggah yang dijadwalkan pada Januari 2020.

Diikuti pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada Februari 2020, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada Maret 2020, serta hasil integrasi SKB dan SKD akan diumumkan di April 2020.

”Mereka biasanya merupakan peserta CPNS yang merasa sudah memenuhi persyaratan namun tidak lolos,” kata dia.

Adapun teknis penyelenggaraan seleksi CPNS 2019 kali ini berbeda dengan sebelumnya. Dimana pada waktu itu penyelenggaraan seleksi tes yang berbasis Computer Assisted Test (CAT), difasilitasi BKN dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun dalam seleksi CPNS 2019, Pemkot maupun Pemkab diharapkan melakukan seleksi secara mandiri.

”Kami belum hitung secara pasti anggarannya berapa, sedang dirapatkan. Soalnya, pelaksanaan ini akan membutuhkan anggaran bagi sewa tempat, laptop, jaringan, jenset, tenaga kesehatan, dan sebagainya,” jelas dia. (ot/mj)