Grobogan, Mediajateng.net – Pemkab Grobogan yang diwakili Sekda Grobogan, Moh Soemarsono mengapresiasi 97 guru yang berhasil membuat buku dengan berbagai tema. Dalam sambutannya pada pembukaan Workshop Literasi Asyik Mendesain Peta Cerita (Enikki) di Firdausia Ballroom Kyriad Hotel, Senin (8/10/2018).

“Saya nilai luar biasa sekali. Apalagi, buku ini berhasil diselesaikan dalam waktu cukup singkat. Apa yang sudah dihasilkan para guru ini tentunya ikut memberikan andil pada Grobogan yang sudah dicanangkan sebagai kabupaten literasi sejak tahun 2016 lalu,” katanya.

Moh Soemarsono juga mengungkapkan, kemampuan literasi ini berdampak positif bagi para guru karena sangat dekat dengn guru. Di sisi lain, dengan kepenulisan buku ini, para guru juga mendapatkan efek positif lainnya, diantara efek kedinasan.

“Efek kedinasan dalam mendukung kenaikan pangkat golongan. Selain itu, dengan menulis buku juga memberikan dampak positif terhadap popularitas, berbagi insiprasi dan ilmu, menyebarkan kebenaran, legacy dan royalti atau penghasilan,” tutur Moh Soemarsono.

Menurutnya, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui kegiatan literasi ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dimana selama ini Pemkab Grobogan berkomitmen dalam hal ini. Dalam kesempatan itu juga, Moh Soemarsono melantik pengurus Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG) masa bhakti 2018-2021.

“Literasi tidak hanya sekadar program, tapi sebuah gerakan. Semua harus bergerak mengajak warga masyarakat khususnya kalangan guru ditengah serbuan teknologi yang begitu dahsyat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Amin Hidayat, memaparkan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari workshop “Satu Guru, Satu Buku” yang diadakannya pada bulan Agustus lalu. Dalam program tersebut, mantan Kepala SMAN 1 Purwodadi ini mengakui program tersebut berjalan sesuai dengan harapan. Terbukti, sebanyak 97 dari 196 peserta berhasil membuat buku. Sedangkan sisanya, masih dalam proses pembuatan.

Nantinya, karya para guru tersebut akan ditampilkan pada Festival Literasi Bulan November 2018. Amin Hidayat menambahkan, pihaknya mengapresiasi langsung para guru yang mau mengikuti pelatihan ini dan berhasil membuat buku. Mereka, lanjut dia, telah banyak berkorban baik dari segi biaya, waktu, tenaga dan pikiran untuk membuat buku ini.

“Tidak semua orang itu mampu menulis buku. Terkadang kita ini bingung tentang apa yang harus ditulis, dan dari mana harus mulai menulis. Oleh sebab itu, mereka yang sudah berhasil bikin buku harus dapat apresiasi tersendiri,” tambah Amin Hidayat.

Sementara untuk kegiatan worksop Literasi Asyik Mendesain Peta Cerita (Enikki) tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan bekerja sama dengan Satgas Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan menghadirkan dua narasumber yakni Dewi Utama Faizah dan Ilustrator GLS, Kambali, SS. Dalam seminar tersebut, keduanya berbagi tentang bagaimana cara para guru untuk membuat peta cerita yang sesuai dengan tema dan kondisi tumbuh kembang anak. (Ag-MJ)