GROBOGAN, mediajateng.net – Pemerintah Kabupaten Grobogan menyiapan pasar murah sebanyak 20 lokasi di wilayah Kabupaten Grobogan. Kegiatan tahunan di bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri ini diadakan untuk menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga murah.

Selasa (7/5), pasar murah dibuka untuk kali pertama di desa Tahunan Kecamatan Grobogan. Terlihat masyarakat antusias mendatangi tempat diadakannya pasar murah tersebut.

Masyarakat yang mendapatkan kupon dari pemerintah desa setempat dapat mengambil sembako secara gratis yang berisi 3 kg beras, 2 liter minyak goreng dan 1 kg gula pasir. Kupon sembako gratis yang dibagikan sebanyak 435 kupon dari pemerintah kabupaten, 35 kupon dari PKK Kabupaten Grobogan.

Hadir pada pembukaan pasar murah, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kabag Perekonomian Setda Grobogan Pradana Setiawan, Asisten I Setda Grobogan Muhammad Hidayat, Kepala Dinkop UMKM Aditya Wahyu, serta Camat Grobogan Nur Nawanta.

Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan pasar murah tahun ini dinilai sudah ada perkembangan. Namun, pihaknya menilai jumlah pengusaha dan UMKM harus diperbanyak sehingga dapat meramaikan suasana dan masyarakat dapat berbelanja barang dengan harga yang lebih murah.

“Saya mengapresiasi kegiatan pasar murah yang digelar setiap tahun ini sebab dengan kegiaan ini, warga kurang mampu dapat membeli barang kebutuhan pokok dengan harga murah. Di sisi lain, banyak sisi positif dan mengena untuk masyarakat. Karena itu, program ini perlu dilanjutkan setiap tahunnya,” ujar Sri Sumarni.

Pasar Murah ini diselenggarakan Bagian Perekonomian Setda Grobogan dan didukung Diseprindag, Dinkop UKM, Disnakkan, DKPD, Dinkes, DP3AKB, Dispermades, perbankan, serta organisasi profesi dan kemasyarakatan seperti PKK, Dharma Wanita, GOW, UPPKS, Asosiasi UMKM dan Technopark.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian, Pradana Setiawan mengungkapkan, kegiatan pasar murah ini, bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu khususnya yang tinggal di sekitar area pasar murah ini. Selain itu, penyelenggaraan pasar murah ini untuk mengantisipasi sekaligus sebagai penyeimbang lonjakan atau kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat yang biasa terjadi pada bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri.

“Tujuan penyelenggaraan pasar murah ini juga dimaksudkan untuk membantu masyarakat kurang mampu dan yang mempunyai daya beli rendah terhadap pemenuhan kebutuhan pokok,” ujar pria yang akrab dipanggil Danis ini.

Tidak hanya memberikan sembako gratis, terdapat juga stand lain juga menjual aneka kebutuhan masyarakat dengan harga murah yang dilaksanakan OPD, instansi, organisasi, dan pelaku UMKM di Kabupaten Grobogan. Pelayanan kesehatan juga tersedia dalam pasar murah ini yakni berbentuk pengobatan gratis yang dilayani Dinas Kesehatan Grobogan.

Lebih lanjut dijelaskan, pasar murah ini tidak hanya dilaksanakan di Desa Teguhan saja. Namun, pelaksanaannya akan diselenggarakan selama 12 hari mulai dari tanggal 7-28 Mei 2019 di setiap desa yang tersebar di 19 kecamatan.

“Untuk penutupannya, kami akan selenggarakan di Halaman Setda Grobogan pada 28 Mei 2019 nanti, “ pungkas Danis. (Ag/MJ)