DEMAK, Mediajateng.net – Pemkab Demak terus didorong agar melakukan inovasi dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu caranya dengan memanfaatkan potensi masyarakat.

Ketua Komisi A DPRD Demak, Sunari mengatakan potensi yang dimiliki Demak masih cukup mampu digenjot untuk peningkatan PAD.

“Di Demak ini banyak potensi. Kalau kemampuan saya yakin pasti mampu, sekarang bergantung pada penyelenggaranya (Pemkab Demak) mau atau tidak,” katanya, Kamis (30/8/2018).

Sunari mengaku risau dengan minimnya pendapatan asli daerah Kabupaten Demak yang hanya menyentuh angka 15 persen dari total anggaran Rp1,8 triliun. Untuk menghadang kerisauan tersebut, pihaknya mengurai persoalan PAD dengan Pemkot Bandung.

Selama tiga hari mulai 27 – 29 Agustus, para wakil rakyat yang masuk dalam Badan Anggaran DPRD Demak itu, melakukan kunjungan kerja di Bandung.

“Kota Bandung ini PAD-nya 40 persen dari APBD. APBD Kota Bandung sebanyak Rp 7 triliun, 40 persennya berarti sekitar Rp3 triliun. Ini kan luar biasa,” katanya.

Dirinya mengaku akan lebih intens komunikasi dengan jajaran Pemkab Demak untuk bergandeng meningkatkan PAD. Karena itu menjadi salah satu ukuran kesejahteraan masyarakat.

“Persoalannya adalah soal gagasan. Kalau pemimpin daerah tidak punya gagasan, ya sudah, daerahnya stagnan masyakaratnya ketinggalan jaman. Jangan merasa nyaman lah,” katanya.

Daerah menjadi besar, katanya akan memacu belanja untuk masyarakat menjadi besar. Selain itu, arah tujuan kemakmuran bisa cepat tercapai. Sunari pun membeberkan langkah inti.

“Pemkab harus mampu melihat potensi masyarakatnya. Artinya, kran komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat perlu dibuka selebar-lebarnya. Karena memajukan daerah ini tidak bisa dan tidak boleh diselesaikan sendiri. Kalau diselesaikan sendiri, kita patut curiga,” katanya.