DEMAK, Mediajateng.net –  Pemkab Demak membagikan 7000 paket Ramadan kepada warga berpenghasilan rendah.
Paket yang berisi minyak goreng,  gula dan sirup tersebut dibagikan kepada ribuan warga di 14 kecamatan yang berhak menerimanya.
Paket Ramadan itu diserahkan kepada warga bersamaan dengan acara bazar pasar murah yang digelar di masing-masing kecamatan.
Di Kecamatan Karangtengah misalnya, pasar murah digelar di depan rumah Kepala Desa Wonokerto,  Bambang Untoro.
“Paket Ramadan ini gratis, jadi gak usah bayar.  Tapi, tidak semua dapat, ini buat saudara kita yang kurang mampu,” kata Wakil Bupati Demak,  Joko Sutanto, usai menghadiri bazar pasar murah di depan rumah Kepala Desa Wonokerto, Bambang Untoro, Sabtu (3/6/2017)
Pemkab Demak menganggarkan sebanyak Rp 800 juta untuk membiayai paket Ramadan dan kegiatan pasar murah dalam rangka Ramadan dan Idul Fitri tahun 2017.
Pemkab Demak memang berinisiatif menggelar pasar murah untuk rakyat karena hampir bisa dipastikan setiap bulan puasa dan hari raya Idul Fitri, harga bahan pangan pokok selalu naik.
“Pasar murah ini untuk meringankan beban belanja masyarakat terutama yang tidak mampu, tapi ya ‘ndak boleh borong borong’,” kata Joko Sutanto.
“Harga bawang putih yang biasanya 40 ribu jadi 80 ribu.  Harga kebutuhan naik terus,” imbuhnya.
Dibukanya pasar murah Ramadan tentu saja disambut antusias oleh warga Demak.
Ngastinah (80) warga Desa Wonokerto,  Kecamatan Karangtengah,  Demak,  yang berbelanja paketan sembako menyatakan kebahagiaannya memdapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga miring.
“Niki tumbas paketan mawon,  mumpung regine murah (Ini beli paketan saja, selagi harganya murah),” kata Ngastinah.
“Alhamdulillah niki nggih angsal paketan ramadhan saking negoro ( Alhamdulillah ini juga dapat paketan ramadhan dari pemerintah),” tambah perempuan renta ini.
Sementara itu, Pasar Murah untuk Kecamatan Karangtengah yang dipusatkan di Desa Wonokerto tak urung memancing animo masyarakat sekitar yang tumpah ruah memadati bazar di pinggir sungai dekat jalur pantura tersebut.
Kepala Desa Wonokerto, Bambang Untoro selaku tuan rumah yang juga panitia pasar murah Ramadhan menyatakan bahwa untuk setiap produk mendapatkan subsidi Rp.2000 – 3000.
Misalnya minyak goreng yang di pasar satu kilogramnya Rp.14.500 di pasar murah jadi Rp.12.000. Gula pasir hanya dijual Rp.  13.000 per kilogram,  sedangkan di pasar Rp 16.000 – Rp.  17.000.
Beras kemasan 2,5 kilogram hanya dijual Rp.  17.500, sementara aslinya Rp. 22.000 dan telur jual harga di pasar Rp 18.000 per kilogram,  dalam pasar murah tersebut hanya 16.000.
 ” Ini benar benar pasar murah,  karena harganya turun dari pasaran.  Namanya juga pasar murah , ya khan mas, ” kata Bambang berkelakar. (MJ-)