SEMARANG – mediajateng.net

Terduga teroris yang menembak anggota Satlantas Polres Tuban di pos lalu lintas Jenu, yang meninggalkan mobil Terios H-9037-BZ, Sabtu (8/4) sekitar pukul 09.00. Saat digeledah anggota Polres Tuban menemukan STNK mobil warna putih tersebut
atas nama Hariyanto, warga Genuk Krajan VII RT 03 RW 04, Candisari, Semarang.

Namun saat dilakukan penelusuran di alamat tersebut ternyata Haryanto sudah tiga tahun tidak pulang ke alamat tersebut

“Sudah tidak pernah pulang ke sini. Saya tidak pernah melihatnya,” Ujar Ketua RT setempat Mawardi Iskak (41), Sabtu (8/4)

Adapun, lanjut dia, rumah yang dulu ditempati Haryanto sekarang sudah ditempati orang lain.

” Rumahnya sekarang ditempati Pak Suranto mertuanya, dia itu pendatang. Rumahnya sekarang dikontrakan. Kalau pindah kemana saya tidak tahu,” ujarnya.

Disinggung terkait mobil Terios tersebut apakah benar milik Haryanto atau tidak, Mawardi menyatakan tidak tahu menahu

“Saya tidak tahu, soalnya tidak pernah melihat ada mobil itu,” jelasnya.

Sebab, kalau mobil tersebut milik warganya pasti diketahui karena sesuai kesepakatan mobil warga diparkir di lahan kosong di area RT sini. Kalau ada mobil itu pastinya terlihat,” jelasnya.

Lebih lanjut Mawardi mengatakan dari lagi ada sejumlah polisi yang juga menanyakan Haryanto kepadanya.

“Tadi juga ada yang kesini dari Intel Polda Jateng, tanya-tanya Haryanto,” ungkapnya.

Sementara itu warga yang tinggal di depan rumah yang dulu dihuni Haryanto mengatakan, pria yang dikenal tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga lainya itu sudah tiga tahun pindah rumah.

Kira-kira sudah tiga tahun dia dan keluarganya pindah,” ungkap wanita yang enggan disebutkan namanya itu. ( MJ-303)