Semarang-mediajateng.net

Wakil Walikota Semarang Heaverita Gunaryanti Rahayu yang dihubungi terpisah mengaku sudah mendengar keluhan dari warga. Sebelumnya pun Walikota Semarang, Hendar Prihadi mendapatkan laporan terkait putusya jembatan yang ada di Kelurahan Jabungan yang membuat warga dan siswa SDN Jabungan harus menyebrangi sungai. Sayangnya jembatan permanen belum bisa dibangun lantaran harus menunggu anggaran pembangunan tahun 2018 mendatang.

“ Kalau dalam waktu dekat untuk membangun jembatan permanen belum bisa, soalnya tidak mungkin di anggarkan di anggaran perubahan 2017 ini,” katanya.

Untuk sementara, lanjut wanita yang akrab disapa Ita ini pihak Pemerintah Kota Semarang akan berkoordinasi dengan pihak Koramil dan Polsek Setempat untuk membangun jembatan gantung yang akan diarahkan melalui kegiatan Kegiatan TNI Manunggal membangun Desa (TMMD), sembari menunggu penganggaran ditahun depan dengan besaran sekitar Rp 7 miliar hingga Rp 9 miliar.

“ Sementara mungkin jembatan gantung dulu sambil menunggu penganggaran tahun depan, menurut saya jembatan gantung lebih efisien. Saya tadi merasakan sendiri derasnya arus dan sungainya licin jadi bahaya,” jelasnya.

Lebih lanjut Ita menjelaskan, untuk pembuatan jembatan Gantung waktu yang di perlukan kurang lebih 45 hari. sebelumnya juga sudah di buatkan jembatan sederhana oleh warga setempat dengan bambu, namun tiap kali hujan deras dan air sungai deras, jembatan bambu tersebut selalu rusak. oleh kerena itu, Jembatan Gantung itu mudah-mudahan bisa menjadi solusi sementara sehingga siswa dalam berangkat sekolah pun lebih aman.

“ Tadi sudah disampaikan pak Lurah Jabungan, secepatnya akan dikerjakan kami akan meminta TMMD untuk fokus didaerah ini. Kalau bikin jembatan biasa, takutnya rusak atau hanyut lagi akhirnya saya kepikiran buat jembatan gantung sehingga anak-anak bisa menyebrang dengan tenang,” ucapnya.

Sementara jembatan gantung belum dibangun, disaat hujan atau banjir pihaknya akan meminta bantuan dari pihak TNI dan Polri untuk memberikan bantuan berupa transportasi bagi para siswa agar tidak melintasi sungai.

” Kedepan kita akan berkoordinasi dengan Dishub untuk menyediakan angkutan transportsi berupa angkutan umum yang jamnya memprioritaskan jam berangkat dan pulang sekolah,” tambahnya.

Selain jembatan dan transportasi, lanjut Ita pekerjaan rumah dari Pemkot yang lainnya adalah mendirikan SMP baru di daerah tersebut. Pasalnya SMP Negeri terdekat dengan wilayah Jabungan berada di daerah Ngersep yang jaraknya sangat jauh dari rumah warga.

” Keluhan warga tadi tidak ada SMP yang dekat, ini juga menjadi PR yang harus diselesaikan oleh kami,” tutupnya (MJ-606)