Blora, Mediajateng.net – Setelah dilakukan pengembangan tempat kos korban Ferin di daerah Tembalang. Kapolres Blora AKBP Saptono mengatakan, di tempat kos korban, tim bertemu dengan teman kosnya.

“Dari keterangan teman kos korban, pada Selasa (31/7/2018) malam, Ferin mengatakan ada janji dengan seorang laki-laki yang baru saja dikenalnya. Kenalnya lewat DM (directed message) akun IG. Kemudian mereka saling bertukar nomor ponsel,” tambah Kapolres.

Setelah saling berkomunikasi selama tiga hari, lanjut dia, pada tanggal 31 Juli 2018 malam, mereka bertemu di sebuah hotel ternama di Semarang. Pada saat itu, pelaku menggunakan sepeda motor dan datang kali pertama ke hotel tersebut. Sedangkan, Ferin menumpang taksi online.

“Kebetulan yang pesan taksi online ini teman kos-nya. Jadi kami tahu pertemuan tersebut berada di sebuah hotel di Semarang,” tambah Kapolres.

Setelah dilacak, akhirnya polisi menemukan identitas pelaku bernama Kristiyan Ari Wibowo (KA). Dalam waktu 1×24 jam, petugas akhirnya berhasil membekuk pelaku di tempat kosnya. Tim langsung menggelandang pelaku dan membawanya ke Mapolres Blora untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam keterangannya di hadapan petugas, pelaku bertemu korban di sebuah kamar di hotel tersebut. Dua jam kemudian, ia keluar menggunakan motor yang dipakai sebelumnya. Setelah itu kembali lagi dengan menggunakan sebuah mobil.

Selang sejam kemudian, pelaku keluar lagi dengan membawa korban. Di tengah perjalanan, ia membeli bensin yang mengarah pada lokasi TKP pembakaran korban.

“Terkait apa yang dilakukan di dalam kamar, pelaku mengatakan sudah melakukan hubungan sekali. Yang kedua, pelaku berpura-pura ingin melakukan fantasi seks. Saat itu pelaku sudah menyiapkan lakban. Pertama, ia melakban tangan korban. Saat itu, ia tidak berontak. Malah cenderung menurut. Setelah itu kakinya. Pada saat melakban kedua kakinya, korban justru berontak dan membuat pelaku panik. Karena itu, pelaku langsung membekap mulut korban,” tambah Kapolres.

Perhiasan korban yakni gelang, cincin dan liontin kemudian dilepas pelaku. Sementara korban dibungkus dengan menggunakan selimut hotel tersebut beserta pakaian dan seluruh barang korban. Kemudian, pelaku memasukkannya ke dalam mobil.

Kapolres mengungkapkan, kemungkinan pada saat perjalanan menuju ke TKP, korban masih hidup. Hal ini didasarkan ditemukannya gumpalan asap pada saat autopsi.

“Kronologi singkatnya, dimulai dari pertemuan. Pertemuan mulai pukul 19.00, kemudian keluar hotel pukul 23.00. Sampai di Blora pukul 02.00, Rabu (1/8/2018) dinihari. Pada saat itu, pelaku menggunakan bensin dan disiramkan ke seluruh tubuh korban kemudian dibakar,” tambah dia. (Ag-Mj)