Semarang- mediajateng.net

Lusiana alias Dewi Novianti, pembesuk di Lapas Kedungpane yang kedapatan membawa 42 paket sabu, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Direkrorat Resese Narkoba Polda Jateng memastikan Lusiana ini masuk jaringan besar narkoba, jaringan luar negeri.

Menurut keterangan Direktur Resnarkoba Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Krisno Siregar, mengatakan Lusiana diduga adalah nama samaran. Nama aslinya Novitasari.

“Novitssari masuk dalan DPO Polda atas kasus 97 gram heroin pada Juli tahun 2016 , di Bangetayu Genuk Semarang. Dari heroin yang ada, dipastikan bukan dari Indonesia, tapi dari daerah Golden Crescent atau negara-negara daerah Bulan Sabit, Iran – Pakistan – Afghanistan,” ujar Krisno Siregar saat rilis kasus,, Rabu (12/4).

Lanjut Krisno, pelaku diduga kuat terus beroperasi dengan jaringannya dalam peredaran gelap narkoba. Novitasari ini diketahui ber KTP di Kampung Krajen RT003/RW004, Kelurahan Talunombo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

“Dia selalu berpindah-pindah kos di Kota Semarang. Terakhir di daerah Ngaliyan dekat lapas Kedungpane. Kami geledah di sana, tidak ada barang bukti narkoba yang ditemukan,” imbuh Krisno.

Diketahui, pada Selasa (11/4/2017) siang itu pelaku berusaha menyelundupkan 42 paket sabu, berat total sekira 37,7gram. Sabu dimasukkan bungkus rokok dan dompet, disembunyikan di antara paha. Saat digeledah petugas lapas setempat, didapati barang tersebut termasuk 2 ponsel berikut simcardnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Taufiqurrakhman, mengatakan berdasarkan data pembesuk, Lusiana alias Novitasari ini telah beberapa kali membesuk.

“Saat besuk ya pakai cadar juga. Kunjungannya jam 09.00 – 13.00,” kata Taufiq singkat. (MJ-303)