DEMAK, Mediajateng.net – Puluhan warga Desa Temuroso, Kecamatan Guntur, mendatangi kantor desa setempat, Kamis (22/3/2018) siang.

Mereka menuntut agar pembagian beras bagi warga yang tidak mampu didata ulang.

Warga menilai ada indikasi manipulasi data warga miskin, menyusul dicoretnya nama – nama warga penerima sasaran
dari daftar penerima beras Rastra.

Salah seorang warga, Supratno, menyatakan bahwa banyak warga yang tidak terdaftar dan tidak memperoleh beras Rastra, padahal pada tahun 2017 kemarin mereka termasuk dalam daftar penerima.

” Perubahan data warga miskin seharusnya dirapatkan terlebih dahulu melalui musyawarah desa secara terbuka, jangan langsung diputuskan sepihak,” ujar Supratno, warga Desa Temuroso RT 10 RW 03.

Hampir disetiap RT ada perubahan penerima Rasta, bahkan dari daftar terbaru, warga yang dianggap mampu malah mendapatkan beras yang berisikan 10 kilogram tersebut.

Hal ini berlangsung sejak Desember 2017 hingga bulan sekarang.

” Rata-rata tiap RT ada perubahan 4 orang dan itu tidak tepat sasaran. Itulah yang menjadi ganjalan buat kami, banyak warga yang dicoret dari daftar penerima, ” ucap Supratno.

Sementara itu, Kepala Desa Temuroso, Muhlisin mengaku jika perubahan data tersebut sudah diputuskan melalui musyawarah desa yang dilakukan oleh tim, bahkan juga diketahui oleh satgas pangan.

” Perubahan data itu tidak semata-mata mengubah nama, tapi sudah kami kaji dan survei terlebih dahulu bersama tim,” kata Muhlisin.

Dari 1042 daftar penerima , ada 158 nama yang berubah dari daftar penerima Rastra dan perubahan data tersebut sudah tercatat di Pemerintah pusat.

” Saya minta kepada warga agar sabar, secepatnya akan kami data ulang jika memang ada yang kurang pas dalam pendataan tersebut. Ya. nanti kita ganti dengan yang lebih berhak,” ucap Muhlisin.