Pemasangan Pipa Gas Penyebab Tanggul Sungai Tuntang Jebol?

3
1860
GROBOGAN, Mediajateng.net – Pemasangan pipa gas berdiameter satu meter diduga menjadi penyebab jebolnya tanggul Sungai Tuntang, yang mengakibatkan ribuan rumah tergenang banjir bandang. Pasalnya pemasangan pipa tersebut tepat berada di tanggul sungai.
Banjir bandang tersebut bermula melalui lintasan sungai Tuntang di Desa Papanrejo, yang tengah dilangsungkan pemasangan pipa gas berdiameter sekitar satu meter di tanggul sungai.
Warga menduga, debit air yang tinggi beberapa kali mengancam. Karenanya, perwakilan warga meminta petugas segera menembel tanggul agar seperti semula. Bukannya memindahkan, pekerja malah langsung meninggalkan dan pindah lokasi kerja.
Jasman, Kepala Desa (Kades) Papanrejo, mengungkapkan, potensi tanggul jebol sudah di prediksi oleh warga sejak beberapa hari sebelumnya. “Kami tiga hari sebelumnya sudah mengingatkan pekerja proyek pipa. Tapi saat diingatkan malah dia bilang mau kerjakan ditempat lain dulu. Dan akhirnya jebol dan menggenang semua desa,” keluhnya sembari membersihkan masjid Abdul Jalil.
Tidak saja protes sebelum banjir, protes kembali dilakukan warga melalui perangkat saat pekerja proyek memilih mengerjakan proyek dekat stasiun. “Kita memaksa agar talut segera ditutup karena air dari sungai terus masuk ke kampung. Karena desakan warga, akhirnya alat berat dialihkan,” tambahnya.
Karena desakan warga dari empat desa, akhirnya alat berat dan petugas diturunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan agar pipa bisa diindahkan.
Sementara itu, air dari Gubug berkumpul di Tegowanu. Air, bahkan sempat melimpas ke akses jalan Gubug-Semarang. Akibatnya, arus lalulintas pagi hingga jelang siang sempat tersendat.
Sementara itu, banjir yang disebabkan arus sungai Klitek, yang sebelumnya menggenang desa Tanggirejo, hari ini mulai kering. Karenanya warga mulai menjemur barang yang sebelumnya terendam air.
Warga dibantu TNI dan Sabara mulai mengeluarkan meja kursi untuk bisa digunakan untuk alas guna menjemutpakaian kotor dan kasur yang basah.
Hal berbeda terjadi di desa Cangkring dan Desa Curut, kecamatan Tegowanu. Air luapan dari sungai KB 15 dibawah pengelolaan BBWS meluap dan masuk mulai pukul 10.00 Selasa (11/10).
Selain itu, air di Desa Mangunsari dan Sukorejo, masih menggenang sehingga belum bisa dilakukan pembersihan oleh tim satuan TNI dan Polri. (MJ-070)