SEMARANG, Mediajateng.net – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengeluhkan masih terdapat Posyandu di Kota Semarang yang belum memenuhi standar. Untuk itu dia mengusulkan adanya standarisasi pelayanan dan fasilitas pos pelayanan terpadu (posyandu).

Dari data tahun 2018, sekitar 1.592 posyandu telah berdiri di berbagai wilayah di kota Semarang. Namun, jumlah tersebut masih ditemui posyandu yang belum sesuai standar dan terkesan ‘diada-adakan’ tanpa fasilitas yang memadai.
Saat membuka acara penguatan kelembagaan posyandu kota Semarang, Rabu (30/5) dia mengatakan Pemerintah kota Semarang melalui Dinas Kesehatan Kota dan TP PKK Kota Semarang harus membuat prototype standar pelayanan yang baik di posyandu.
“Contohnya, posyandu kecamatan Ngaliyan lah, kan dapat juara 1 posyandu tingkat nasional. Harusnya dijadikan acuan penyusunan standar pelayanannya,” imbuhnya.
Ita meminta kepada dinas terkait agar mendata dan menginventarisir posyandu yang belum memiliki lokasi agar bisa menggunakan balai RW, balai kelurahan setempat untuk kegiatan posyandu.
“Posyandu merupakan garda terdepan tumbuh kembang kesehatan bayi dan balita, status gizi dan kesehatan ibu. Sehingga diharapkan ada standarisasi pelayanan yang baik. Tak perlu mewah, yang penting sesuai Standar operasional (SOP), ada ruang pemeriksaan dan fasilitas yang dibutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengatakan selama ini permasalahan posyandu yakni fasilitas yang belum optimal, baik dalam sumber daya manusia, juga sarana dan prasarananya.
“Sekarang saatnya kita wujudkan posyandu yang ideal, yang terintegrasi dengan pos PAUD, BKB serta perlu inovasi yang lebih baik. Satu hal lagi yang penting, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk memonitor tumbuh kembang bayi dan balita,” kata Tia sapaan akrab istri Wali Kota Semarang ini.
“Kami akan ajukan stimulan dana untuk PMT ke Bappeda, harapannya bisa disetujui sehingga perkembangan bayi balita bisa di monitor dengan baik lewat posyandu,” imbuh Tia.