Grobogan, Mediajateng.net – Aries Susanti Rahayu, peraih medali emas di ajang Asian Games ini memang dikenal sebagai pribadi yang pantang menyerah. Perempuan kelahiran Grobogan, Jawa Tengah pada 21 Maret 1995 itu sejak dini sudah berkecimpung di dunia olahraga. Ia memulainya ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Awalnya, Aries, sapaan akrabnya adalah atlet atletik di SMP Negeri 1 Grobogan. Sampai suatu ketika, Aries menonton kejuaraan olahraga panjat tebing di layar televisi.

Menurut pengakuan Aries, tak butuh waktu lama baginya untuk menyukai olahraga yang dianggap menantang itu. Bak gayung bersambut, guru olahraga Aries di SMP juga mengenalkan dirinya untuk dengan panjat tebing. Lewat sang guru, Aries mengenal istilah-istilah dan merasakan sensasi olahraga panjat tebing untuk kali pertama. Hal itu terjadi pada 2007, ketika usia Aries masih 12 tahun. Sejak hari itu, Aries bertekad untuk menekuni olahraga panjat tebing.

Dan di tempat Ari, pelatih pertamanya, yang sekarang menjadi PAUD dan TK Abdi Insani, inilah, Aries Susanti mulai mengenal dan berlatih panjat tebing. Untuk berlatih, Aries harus menempuh perjalanan dari rumahnya di desa Taruman sampai ke jalan raya Purwodadi – Pati Km 3 No. 5 Jangkungharjo Kecamatan Brati, tempat latihan tersebut. Meskipun jauh dari rumahnya, Aries memantapkan diri untuk terus berlatih.

Diceritakan Hayati, istri Arie, saat pertama berlatih, Aries kecil tidak pernah kapok. Meski saat latihn, tanganya hancur dan kerap diliputi rasa lelah tetapi ia selalu kembali lagi untuk berlatih.

“Jika tangannya lecet, dia nangis, kemudian tanganya saya obati pakai alkohol. Capeknya dia rasa sakitnya sudah terbayar. Harapanya dia bisa menyamangati adik-adiknya agar bisa menjadi atlet panjat tebing mewakili Kabupaten Grobogan. Tidak hanya sampai ke Aries saja, tapi ada lagi. Jangan sampai penghargaan ini menjadi Aries yang pertama dan terakhir untuk Kabupaten Grobogan,” terang Hayati, istri Ari.

Latihan demi latihan terus dijalani Aries sampai lulus dari sekolah formalnya yakni SMP 1 Grobogan. Lulus dari SMP Negeri 1 Grobogan, Aries melanjutkan pendidikan ke SMA Kristen Purwodadi dan Universitas Muhammadiyah Semarang. Debut pertama Aries di level internasional terjadi pada tahun lalu, tepatnya pada 17-21 September 2017 dalam kejuaraan Asian Continental Championship di Teheran, Iran.

Saat itu, Aries turun pada nomor women speed dan naik ke podium dengan meraih perunggu. Sebagai seorang debutan, hasil itu dirasa sudah cukup. Dengan modal tersebut, ia dipercaya turun pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya seperti IFSC Climbing Worldcup 2017 di Wujian dan di Xiamen, China. Pada kejuaraan itu, Aries berhasil menjaga performa serta kualitasnya dengan meraih peingkat keempat di Wujian dan peringkat kedua ketika di Xiamen.

Hasil itu tentu tak lepas dari usaha dan kerja keras Aries sebagai seorang atlet. Menurut Aries, selain latihan dengan keras, atlet panjat tebing juga harus berlatih dengan benar. Perempuan berzodiak Aries ini juga menambahkan, bahwa dia tidak pernah merasa cepat puas karena hal itu hanya akan menghambat potensi dirinya untuk meraih hasil yang lebih baik lagi di kesempatan berikutnya. (Ag-Mj)

2 KOMENTAR

Comments are closed.