Semarang – mediajateng.net

Petugas unit Polrestabes Semarang akhirnya menangkap pelaku penganiayaan yang mengakibatkan Tri Handayanto (40), juru parkir warga Randusari Pos 3 nomor 133, Randusari, Semarang Selatan tewas. Pelaku ditangkap di tempat persembunya di kota Madiun, Jawa Timur.

Pelaku yang ditangkap masing Septian Adhi Saputra alias Ambon (21), warga Jalan Batan Sawo, Miroto, Semarang Tengah dan Taufik Al Hakim (22), Warga Pongangan ditangkap di sebuah rumah di Madiun, pada Jumat (3/11) dini hari.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji mengatakan, dalam penangkapanbteraebut petugas juga menangkap Yudi Setiawan (28), warga Dworowati, Semarang Barat yang ikut serta dalam kasus tersebut.
“Kedua pelaku ditangkap di Madiun sementara satu pelaku lain yang mengantar keduanya saat melancarkan aksi ditangkap di Jalan Dr Sutomo, Semarang Selatan,” ungkapnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang.

Dari hasil penyidikan sementara, lanjut dia, para pelaku tersebut mengaku tidak ada niat untuk menganiaya hingga menghilangkan nyawa korban yang sudah dikenalnya itu. Sebab, kedatangan mereka ke rumah di Jalan alan Pekunden Tengah, Pekunden, Semarang Tengah lantaran ingin memgambil sepeda motor milik Taufik yang digadaikan kepada Sony (36), pemilik rumah tersebut.

“Saat tiba di lokasi tersebut orang yang mereka cari (Sony-red) tidak ada. Adanya korban bersama dua rekannyan sedang nongkrong dan mengkinsumsi minuman keras di depan rumah itu,” ujarnya.

Mendapati Sony tidak ada, Taufik kemudian menanyakan kepada korban terkait keberadaan orang yang dicarinya. Namun saat ditanya korban justru melontarkan kalimat yang membuat Taufik tersinggung.

Taufik yang juga dalam kondisi dalam pengaruh minuman keras tersinggung hingga langsung mendekat dan memukul korban. Sementara itu Septian yang melihat kejadian itu langsung turun dan mengeluarkan pisau hingga menusukan ke arah perut korban.

“Dia (Septi-red) langsung mendekat dan menusukan pisau yang sudah dibawa sebelumnya ke perut korban. Itu dilakukannya sebanyak empat kali tusukan,” jelasnya.

Abiyoso menegaskan kejadian tersebut dipicu lantaran sakit hati pelaku atas kalimat korban hingga tindakan yang mengakibatkann nyawa orang lain hilang dilalukan.

“Sebenarnya bukan korban sasarannya, tapi rekannya (Sony-red) yang ada urusan gadai motor dengan salah satu pelaku,” ungkapnya.

Disinggung terkait apakah ada permasalah lain seperti rebutan lahan parkir, Abioso membeberkan, terkait itu akan dikembangan

“Belum tahu, ini nanti akan kami kembangkan terkait itu,” ujarnya.
Sementara itu Septian mengaku kalau dia yang menusuk perut korban dengan meggunakan pisau yang sudah dibawa sebelumnya.

“Spontanitas dan Solidaritas saja lihat teman begitu saya langsung mendekat dan menusuk perut korban,” jelasnya. (MJ-303)