Semarang – mediajateng.net

Tidak murang daei 1×24 Jam Petugas Unit Reskrim Polsek Gunungpati yang dibantu unit Resmob Polrestabes Semarang berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap Jumarno yang merupakan buruh bangunan yabg saat itu sedang mengerjakan pembangunan rumah di Jalan Durian, Mangunsari, Gunungpati, pada rabu (1/11) lalu.

Pelaku bernama Mohamad Yuda diamankan di rumahnya desa Menawan, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Kamis (2/11) kemarin.

Dari keterangan Kapolrestabes Semarang, Kombes Abioso Seno Aji mengatakan bahwa usai memukul menggunakan linggis pelaku sempat bersembunyi di dalam Masjid kawasan Gunungpati, lalu dengan menggunakan Go-Jek menuju terminal Penggaron.

“Jadi setelah melakukan itu sebelumnya juga sempat di hadang sama rekan lainnya yang bekerja di tempat bangunan tersebut, tapi tersangka ini bisa lolos,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (3/11).

Tersangka bernama Mohammad Yuda (18) tersebut kemudian kabur menuju Grobogan. Namun belum sampai 24 jam, tersangka berhasil diamankan oleh tim gabungan Unit Reskrim Polsek Gunungpati bersama Resmob Polrestabes Semarang.

Sedangkan korban, Jumarno saat itu langsung dilarikan ke RSUD Ungaran guna menjalani perawatan. Namun karena luka yang serius di bagian kepala mengakibatkan nyawanya tak tertolong.

Sementara dari keterangan tersangka, ia melakukan hal tersebut lantaran sakit hati dengan perkataan korban.

“Dia kata-katanya bikin sakit hati pas negur, di bilange ‘rausah guyonan tak suntaki remukan wesi sisan’ (nggak usah nercanda, tak tumpahi besi hancur),” ujar Yuda.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko P menegaskan bahwa kldaei hasilbitopsi yang dilakukan oleh RSUP dr Kariadi menyebutkan bahwa korban tewas lantaran ada pendarayan di bagian otak

“kemungkinan penyebab kematian jorban karena pukulan linggis yangbkencanh dan beekali-kali pada kepala korban,” pungkasnya

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Yuda dijerat dengan Pasal 351 Ayat (3) KUHP dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. (MJ-303)