Semarang – mediajateng.net

Erwin Yoga Cahyono (28) mengaku tega menghabisi korban Dwi Astuti yang bertempat tinggal di Saptamarga 3, Ngesrep karena jengkel, angsuran kredit di sebuah koperasi menunggak hingga 5 kali. Korban hutang di koperasi dengan jaminan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor ( BPKB ) milik Erwin.

Dari pengakuan Erwin juga didapat keterangan selain menjaminkan BPKB miliknya , korban juga berbohong tentang status rumah tangga.

” mengakunya sudah cerai ternyata masih punya, suami. Gara gara hutang itu juga saya dikejar- kejar Debt Kolektor,” ungkap Erwin dengan nada menyesal.

Sementara itu Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji menegaskan dari keterangan pelaku menyebutkan bahwa korban dibunuh di rumah kontrakanya di jalan Genuk Krajan, Candisari kota Semarang. Sebelum membunuh, pelaku terlebih dahulu minum Pil Koplo.

” korban dibunuh sekira pukul 13.00 dengab cara diinjak dan dicekik lehernya. Utuk memastikan kematianya, Erwin menunggu hingga pukul 22.30. Sebelum mayat korban di Jalan Kendeng, depan kampus Stikubank,” ungkap Abi dalam rilis kasus di Malolrestabes Semarang.

Sedangkan pengungkapan pembunuhan ini berkat identifikasi dari Inafis yang langsung dapat melacak identitas korban. Selanjutnya data korban langsung di share ke Polsek jajaran.

“berkat kordinasi antar polsek kurang dari 24 jam, pelaku dapat ditangkap di Jalan Kanguru oleh anggota Polsek Gayamsari saat tidur di rumah kerabatnya, ” imbuh Abi

Lanjut abi, karena tempat pembunahan dan pembuangan korban melibatkan dua Polsek yaitu Candisari tempat pembunhanya sedangkan mayat korban ditemukan di wilayah Polsek Gajahmungkur nanti penyidikanya nunggu kordinasi dari Satreskrim Polrestabes Semarang. (MJ-303)