DEMAK, Mediajateng.net – Lantunan ayat suci Al Quran menggema di Simpang Enam (alun – alun ) Demak, Jumat (26/10/2018) sore.

Ribuan pelajar berseragam putih biru,terlihat khusuk melafaskan ayat demi ayat. Dengan duduk bersila beralaskan tikar dan sajadah, mereka terus melantunkan ayat – ayat bacannya.

Ya , pada hari itu, sebanyak 11.983 pelajar SMP di Kota Wali serentak melaksanakan Tahtimul (khataman) Quran berikut terjemahannya.

Selain dalam rangka memeriahkan Lomba Mata Pelajaran Seni Islami (MAPSI) ke-VIII tingkat SMP se-Jawa Tengah, acara tersebut juga dimaksudkan untuk memecahkan rekor MURI Tahtimul Quran berikut terjemahannya dengan jumlah peserta terbanyak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Drs H Anjar Gunadi MPd menuturkan, pada gelaran MAPSI tingkat Jateng, tahun ini Kabupaten Demak dipercaya menjadi tuan rumahnya. Berbagai upaya disiapkan, agar agenda tahunan tersebut dapat terselenggaranya dengan meriah, lancar dan sukses. Terlebih Kabupaten Demak baru pertama kalinya menjadi tuan rumah.

“Ya, Tahtimul Quran ini, selain sebagai bentuk pendidikan,juga salah satu cara untuk meningkatkan amalan ibadah. Pendidikan karakter anak harus dimulai dengan ajaran agama untuk memperkuat pendidikan karakter mereka,” tutur Anjar yang juga Sekretatis Penyelenggara Lomba MAPSI ke-VIII tingkat SMP se-Jawa Tengah.

Penyelenggarakan Rahtimul Quran , selain untuk memeriahkan agenda Lomba MAPSI serta memecahkan rekor MURI, juga sebagai implementasi program unggulan Bupati Demak HM Natsir ‘Maghrib Matikan TV, Ayo Mengaji’.

Seiring dengan program bupati tersebut, menjadi materi kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah di Kabupaten Demak adalah BTQ atau baca tulis Quran. Bahkan sebagai penghargaan, sekolah memberikan piagam bagi murid yang berhasil katam atau selesai membaca Quran.

“Kami ikut mendukung semua program – program bupati, yang tentunya untuk kemajuan pedidikan di Kota Wali ini,” kata Anjar.

Sementara itu, berbagai persiapan dilakukan pihak sekolah guna mendukung acara Tahtimul Quran. SMP 2 Demak misalnya, salah satu sekolah favorit di Kota Wali yang mengirimkan sebanyak 415 siswa – siswinya itu, satu bulan sebelum pelaksanaan Tahtimul Quran, anak – anak bersama guru mereka membaca Al Quran bersama pada saat jam literasi yang dilaksanakan 10 menit sebelum istirahat pertama.

“Anak – anak bersama guru membaca (tadarus) di dalam kelas selama 10 menit pada Juz 17, sesuai jatah yang kita dapat dari panitia. Selain tadarus di kelas , kita juga gladi bersama – sama di halaman sekolah , pembacaan Al Quran bersama artinya,” kata Junaedi Abdilah , Guru Bahasa Inggris SMP 2 Demak, seusai mendampingi siswa – siswinya mengikuti Tahtimul Quran di Simpang Enam Demak.

“ Beberapa guru di kelas juga mendisplay Quran Juz 17 di layar LCD proyektor untuk mengantisipasi beberapa siswa yang lupa tidak membawa Al Quran , agar tetap bisa membaca dan menyimak Al Quran sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak membaca,” lanjutnya.

Lomba MAPSI ke-VIII tingkat SMP se-Jawa Tengah digelar pada tanggal 26 – 28 Oktober dan diikuti sebanyak 1.361 peserta dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Adapun materi lomba diantaranya, Tilawah MTQ putera puteri yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Demak, Tartil Quran juga untuk kelompok putera dan puteri, cerdas cermat serta pidato. Selain itu juga ada lomba kaligrafi, tahfidz dan rebana beregu yang pelaksanaannya di pusatkan di halaman Kantor Setda Demak.

Acara Tahtimul Quran tersebut mendapat apresiasi dari Museum Rekor – Dunia Indonesia (Muri). Penghargaan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Demak atas rekor pemrakarsa dan penyelenggara Khatam Al Quran dan terjemahannnya dengan peserta terbanyak. Rekor tersebut tercatat dalam nomor 8704/ R.MURI/ X/2018. Penghargaan tersebut diberikan langsung kepada Bupati Demak HM Natsir.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini (khataman Quran) , Demak semakin berkah, aman tentram dan tidak ada pergesekan satu sama lainnya,” kata Bupati Natsir