SEMARANG. Mediajateng.net-

Pasca selesai dibangunnya Pasar Wonodri, pedagang akhirnya dapat masuk kembali ke pasar yang telah direhab. Untuk itu dilakukanlah pengundian kepada para pedagang agar dapat secara tertib masuk menempati lapaknya kembali, Sabtu (19/1).

Suasana pengundian pedagang berlangsung di Pasar Wonodri dan berlangsung teratur dan kondusif.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto memastikan tidak ada intervensi dalam pengaturan pedagang untuk masuk ke Pasar Wonodri melalui pengundian.

“Saya pastikan staf saya menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Silahkan laporkan kepada saya bila ada staf saya yang menerima sesuatu untuk kepentingan tertentu, akan saya tindak tegas,” yakin Fajar.

“Bila ada beberapa pedagang yang protes rasanya biasa, tapi semangat kami adalah menata untuk lebih tertib,” pungkasnya.

Untuk protes yang dimaksud tersebut, terkait adanya keluhan salah seorang pedagang bernama Wasimin yang tidak dapat berdagang di lantai dasar atau lantai satu. Wasimin menuturkan dirinya ingin berdagang di lantai bawah tetapi saat pengundian tidak sesuai harapannya.

“Pokoke nyuwun ngandhap, wangsul wonten ngandhap (pokoknya ingin di bawah, kembalinya di bawah),” keluh wanita berusia 59 tahun tersebut.

“Sak niki kathah ingkang wonten nginggil (sekarang banyak yang di atas),” pendapat Wasimin yang juga merupakan warga Wonodri baru.

Terkait itu, Fajar selaku Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang menegaskan jika penataan pedangang di Pasar Wonodri adalah sesuai zonasi yang sudah ditetapkan.

“Proses pengundian sampai besok dan penataannya sesuai zonasi yang sudah ditetapkan. Ini untuk memudahkan pembeli dalam menjangkau pedangang, sehingga justru menguntungkan pedagang sebenarnya,” jelas Fajar.

“Sekali lagi, semangatnya adalah agar pasar rakyat ini dapat memberikan kesejahteraan untuk semuanya, tidak hanya satu dua pihak saja,” tekannya.

Adapun zonasi yang ditentukan di Pasar Wonodri untuk pedagang tebagi tiga lantai. Lantai pertama digunakan untuk konveksi, sembako, kelontong, serta daging, ikan basah, dan ayam khusus los.

Sedangkan lantai kedua untuk memusatkan pedagang bumbu, sayur, serta daging, ikan basah, dan ayam khusus pancakan. Kemudian di lantai ketiga akan diisi oleh pedagang yang berjualan pindang, bakso, panggang, tahu, dan tempe.mj/505