SEMARANG, Mediajateng.net – Sanggar Nuun Yogyakarta bakal menyajikan produksi pertunjukan musik yang ke-23. Produksi musik tersebut terkemas dalam gagasan sebuah pertunjukan musikal.
Berdasar pada pemahaman bahwa musik memiliki daya magis tersendiri, sutradara pertunjukan, Ilham Maulidin mengatakan bahwa siapa pun ketika mendengar sebuah lagu liris atau instrumen tertentu, secara tidak sengaja dapat menggerakan saraf motorik ataupun sensorik. “Bahasa musik inilah yang kemudian dianggap mampu mewujudkan gagasan ideal dengan tawaran logis sebuah jawaban atas pertanyaan dan kegelisahan tersebut, yaitu membaca kembali situasi dan siaga terhadap bahaya yang selalu mengancam. Ditambah karena wujud kawan dan lawan semakin bias adanya, pertunjukan ini tersaji,” kata Ilham dalam keterangannya.
Berangkat dari naskah karya Mukhosis Noor, Pataka menjadi sumber kreatif pertunjukan ini. Pertunjukan musik bertajuk “Pataka” diwujudkan dalam gaya pemanggungan musik akulturatif yang dikemas dalam bentuk musikalisasi puisi dan musik instrumental dengan dukungan visual-sett modern, sehingga panggung musik Pataka merupakan suguhan pemanggungan bentuk, gaya dan pola musikal unik.
Pertunjukan musik “Pataka” ini bakal digelar di dua kota, Yogyakarta dan Semarang. Gedung Societet Military, Taman Budaya Yogyakarta sebagai tempat pertunjukan pertamanya, yaitu pada tanggal 17 September 2016 dan di Semarang di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh pada tanggal 21 September 2016. Dengan pemain musik berjumlah 13 orang dan aktor 4 orang serta didukung oleh Paduan Suara Mahasiswa “Gita Savana”, yang masing-masing memegang dua peran, yakni musisi sekaligus aktor. Untuk pertunjukan di Semarang, info lebih lanjut bisa menghubungi Ella 082243838189. (MJ-017)

36 KOMENTAR

Comments are closed.