SEMARANG, Mediajateng.net  Polemik Pasar Kanjengan Kota Semarang hingga kini masih belum tuntas. Baik masalah gedung A, B, E, F terkait kepemilikan sertifikat maupun gedung blok C dan D milik PT Pagar Gunung Kencana (PGK) yang belum dieksekusi.
 
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Bagian Hukum telah menyusun data untuk pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke dua. Karena dalam PK sebelumnya pada perkara Nomer 193 Tahun 2010, terkait penguasaan lahan gedung A, B, E, F Pemkot telah kalah.
 
‘’Kita tidak akan munculkan bukti baru (untuk pengajuan PK kedua, red), karena ada perbedaan putusan perdata dan PTUN,’’ kata Kasubag Hukum Setda Kota Semarang, Adie Siswoyo, kemarin. 
 
Adie menjelaskan, dalam putusan PTUN Nomor 58 Tahun 2006 menyatakan tanah gedung A, B, E, F milik Pemkot. Di putusan perdata perkara Nomor 139 Tahun 2008 juga dinyatakan tanah milik Pemkot. Tapi kemudian di putusan perdata Nomor 193 Tahun 2010 tanah dianggap milik pedagang.
“Jadi ada satu yang berbeda di dua putusan yang berkekuatan hukum tetap,” jelasnya.
Sementara Kabag Hukum Setda Kota Semarang Abdul Haris mengatakan, akan meminta bantuan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mencari bukti baru untuk pengajuan PK kedua.
“Pemkot masih mengusahakan, mencari bukti bukti baru kepada BPN,” katanya. (MJ-058)

5 KOMENTAR

  1. I recently can’t get away from your blog in advance . jokowi terbaruof advising i really loved the common info someone provide on your own attendees? Is actually usually yet again consistently so as to look at brand new threads

  2. Thanks a lot a great deal to get revealing this with persons you determine what you might be talking roughly! Bookmarked.. koleksi youtube terbaik Generously as well check out this site Is equal to). We might possess a weblink swap layout amongst people

    • We enjoy, contribute to I discovered just what I had been searching for. You could have broken my own a number of time extensive quest! Goodness Appreciate it male. Have got a pleasant day.. kumpulan youtube indonesia Cya

Comments are closed.