Semarang-mediajateng.net

Ditengah tarik ulur antara Pemerintah Kota Semarang dan Pedadang Ikan Basah terkait relokasi pasar Rejomulyo. Ada sisi lain yang luput dari perhatian dalam hal ini Dinas perikanan dan Dinas perdagangan yaitu keberadaan pedagang grosir yang menempati Pasar Ikan Higienis ( PIH ), lokasinyapun hanya dipisahkan dengan jembatan kecil.

Saat mediajateng.net berada di pasar ikan higienis ada dua pedagang yang sedang beraktifitas yaitu pedagang ikan lele dan udang. Walaupun tidak sebesar pedagang ikan basah namun aktifitasnya seolah menjadi sparing partner dan menjadikan dualisme pasar ikan di komplek pasar Rejomulyo. PIH dibawah naungan Dinas Perikanan sedang Pasar Kobong dibawah naungan Dinas Perdagangan.

Saat dikonfirmasi Ketua Paguyuban Ikan Basah dan Pindang (PIBB) pasar kobong Mujiburohman mengungkapkan bahwa keberadaan dua grosir itu dianggap sangat meresahkan pedagang ikan basah di pasar kobong

” kami sangat terganggu dengan keberadaan dua pedangang itu. Itu khan Grosir harusnya gak boleh disini semua Ritel. Pemkot tidak pernah tegas dalam hal ini,”ungkapnya saat ditemui di pasar kobong (7/2) dinihari.

Dari informasi yang didapatkan pedagang ikan basah bahwa Dinas Perikanan menyewakan kepada HJ S, selain itu Dinas Perikanan menyewakan juga kepada pedang lele dan itu dianggap melanggar karena Dinas tidak boleh menyewakan apalagi memungut uang sewa.

“menurut informasi pedagang lele dipungut sewa Rp.700 rb/bln itu khan tidak diperbolehkan, kesanya tempat itu dimonopoli satu orang dan diperjualbelikan. Padahal pedagang khan dibawah naungan Dinas Perdagangan,” imbuh mujib

Mujib berharap Penerintah Korlta dalam hal ini Dinas Perdagangan untuk mebgambil langkah kongkrit pernasalahan yang sudah berlarut larut . (MJ-303)

1 KOMENTAR

Comments are closed.