Pariwisata dan Kuliner Demak Tak Terpengaruh Isu Corona

DEMAK, mediajateng.net – Merebaknya penyebaran virus corona Covid-19 tidak mempengaruhi industri wisata di Kabupaten Demak.

Jumlah pengunjung di Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu yang menjadi ikon wisata religi di Kotak Wali tidak mengalami penurunan.

Begitu pula dengan bisnis kuliner dan hunian juga tidak mengalami penurunan sejak adanya isu corona.

“Alhamdulillah kita tidak terpengaruh isu corona. Tak ada penurunan jumlah wisatawan , kuliner maupun hunian. Peziarah masih rame, kuliner Demak dan tingkat hunian hotel juga bagus,” kata Santoso Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Demak seusai acara pengukuhan Badab Pengurus Cabang PHRI Demak, Selasa (10/3/2020).

Acara yang berlangsung di Hotel Amantis , Demak itu dihadiri oleh Ketua PHRI Jateng, Heru Isnawan, anggota PHRI Demak dan sejumlah tamu undangan.

Menurut Santoso, PHRI Demak siap mendukung program pemerintah daerah , terutama di bidang pariwisata. Untuk itu ia mengajak seluruh anggota PHRI Demak untuk membangun ekosistem pariwisata yang kondusif di Kota Wali. Sebab sektor wisata dapat meningkatkan. pendapatan asli daerah (PAD) Demak.

“Anggota PHRI Demak ada 60 lebih. Kita bertekad membantu pemerintah daerah untuk
menggairahkan wisata di Kabupaten Demak,” ujarnya.

Sejarah berdirinya PHRI di Kabupaten Demak tak lepas dari peran Agus Setyono , Manager Reinz Cafe yang menjadi salah satu pemrakasanya. Awalnya pelaku bisnis hotel dan pelaku kuliner mengalami kebingungan mengingat sedikitnya hotel di Demak. Lambat tapi pasti, akhirnya dapat merekrut teman – teman pengusaha kuliner, homestay dan hotel untuk membentuk PHRI.

“Walaupun segalanya masih serba kekurangan dan keterbatasan, kami (PHRI Demak) bertekad mengisi pembangunan di Demak, khusunya pariwisata,” kata Agus.

“PHRI bisa jadi wadah silaturahmi antar anggota dan menjadi jembatan antara pengurus dan anggota,” imbuhnya. (Ari-MJ)