DEMAK, Mediajateng.net – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Demak diminta untuk menjaga mahkota panwas. Mahkota itu adalah SIM-P , yakni Sinergitas, Integritas,  Moralitas dan Profesionalitas.

Ketua Panwas Kabupaten Demak, Khoirul Saleh mengatakan bahwa SIM-P tersebut menjadi pedoman dalam bekerja. Dia memberi pengarahan dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Tahapan Kampanye, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018, Selasa (20/2/2018)

Rakor tersebut berlangsung di Hotel Amantis, dihadiri oleh Sekretariat Panwas Kecamatan dan Panwas Kecamatan.

Acara yang dipandu oleh Komisioner Panwas Demak, Lispiatun,  menghadirkan  narasumber Ketua Panwas Demak, Khoiril Saleh, Ulin Nuha Komisioner Panwas Demak, serta Kepala Satpol PP Demak, Bambang Saptoro.

Lebih lanjut Khoirul menambahkan,  terkait SIM-P, dalam bekerja perlu adanya sinergi baik itu di kalangan internal panwas maupun dengan stakeholder lainnya. Menjunjung tinggi integritas. Integritas merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Sebagai anggota panwas, katanya, harus mengedepankan moralitasnya dalam bekerja. Harus berani menolak segala bentuk pemberian dari tim sukses.

Dan yang tak kalah penting adalah profesionalitas. Panwas harus menguasai undang-undang pemilu maupun regulasi yang ada.

“Mari kita jaga mahkota panwas ini, ” tandasnya.

Di sisi lain, Komisioner Panwas Demak,  Ulin Nuha, mengajak para anggota Panwas baik Panwas Kabupaten, Kecamatan maupun Petugas Pengawas Lapangan (PPL) agar bersama – sama mengawal dan mengawasi pelaksanaan kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, mulai 15 Februari hingga 23 Juni 2017.

“Saya hitung, masa kampanye ada 129 hari. Mari kita awasi tahapan kampanye itu sampai nanti lebaran,” ujarnya.

“Kita harus samakan persepsi terkait kepengawasan Pilgub Jateng ini, ” imbuhnya.