SEMARANG, Mediajateng.net, – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menerjunkan 370 mahasiswa baru sebagai surveilans kesehatan ibu dan anak di daerah Kedungmundu dan Meteseh, Kota Semarang.

Kegiatan pelepasan surveilans oleh Wakil Dekan III FKM Undip, Ir. Suyatno,M.Kes. mewakili Rektor Undip di halaman Dekanat FKM Undip, Minggu (28/10).

Dalam sambutannya, Suyatno menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari Prospek Maba (Mahasiswa Baru).

“Diharapkan dengan kegiatan ini, mahasiswa memiliki softskill untuk melakukan pendampingan ibu hamil, sigap dalam membantu pelayanan kesehatan ibu hamil oleh petugas puskesmas,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian Undip dalam mendukung program Gubernur Jawa Tengah yakni “Nginceng Wong Meteng” yang artinya mendeteksi warga yang hamil. Tujuannya adalah untuk menekan angka kematian bayi dan ibu hamil.

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Wakil Dekan III, selaku Pembina Prospek Maba, Yudhy Dharmawan mengatakan, kegiatan pendampingan ini sangat bermanfaat untuk mengenalkan program kesehatan sejak dini, membentuk atribut soft skill seperti kerjasama, kemampuan komunikasi, luwes dan kerja keras.

“Harapannya mahasiswa mampu mendeteksi permasalahan kesehatan di masyarakat dan mampu membantu memberikan solusi yang tepat,” katanya.

Yudhy menambahkan, kegiatan pendampingan kesehatan ibu dan anak ini merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat, terutama kesehatan masyarakat.

Sesuai program yang sudah berjalan, kegiatan berlangsung selama 4 bulan. Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi pendataan keluarga (survei), pendampingan ibu hamil sampai nifas (K1-K4, kunjungan bufas), pemantauan wilayah setempat KIA, penapisan kehamilan risti (resiko tinggi) dan pertolongan pertama kasus komplikasi (stabilisasi ibu hamil/anak) dan rujukan yang tepat.

Kegiatan dilaksanakan oleh 370 mahasiswa baru yang dibimbing oleh dosen dan dokter Puskesmas. Diharapkan dengan pendampingan, data yang diperoleh surveilans dapat dikembangkan menjadi bahan penelitian untuk lebih meningkatkan kesehatan bayi dan ibu hamil dan membantu program pemerintah menekan angka kematian bayi dan ibu hamil. (ot/mj)