SEMARANG, Mediajateng.net- Pemerintah jawa tengah memastikan mampu mengendalikan pasokan bahan kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan hingga puncak hari raya Idul Fitri nanti. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Arif Sambodo mengatkan pengendalian telah dilakukan dengan melibatkan tim satgas pangan untuk memantau terjadinya tindak spekulan dan penimbunan sembako.

 

“Komoditas bahan pangan yang terpantau sejak bulan Maret lalu, sampai saat ini masih menunjukkan fluktuasi harga yang cenderung stabil. Seperti halnya komoditas cabai tropong atau rawit merah hijau yang biasanya naik, terpantau relatif stabil, begitu pula  untuk komoditas bawang putih. Bawang putih memang sempat naik, namun masih dapat kita kendalikan dengan masuknya pasokan impor,” demikian penjelasannya usai berdiskusi dengan tema Ketersediaan dan Keterjangkauan Sembako Jelang Lebaran, di Hotel Gets.

Lebih jauh dijelaskan pula stok kebutuhan pangan untuk masyarakat di wilayah Jawa Tengah, tercukupi dengan ketersediaan sebanyak 12 ribu ton beras yang ada di Gudang Bulog.

Begitu pula untuk stok gula pasir sebanyak 1.500 ton yang mampu menutup kebutuhan hingga beberapa bulan kedepan.Sebanyak 123 ribu liter minyak goreng, mampu menutup kebutuhan hingga dua bulan kedepan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Agus Wariyanto,juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli bahan kebutuhan pokok dengan pertimbangan sekadar harganya murah. Akan tetapi yang terpenting adalah keamanan pangan itu sendiri juga diperhatikan.

 

“Bersikap bijak dalam berbelanja memilih olahan pangan, teliti melihat tanggal kadaluarsa. Memperhatikan unsur kesehatan dan lingkungan.” Tambah Messy Widiastuti, selaku anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah.mj-edo