SEMARANG, Mediajateng.net – Masyarakat pinggiran di Kota Semarang menyambut baik program kemanusiaan yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT), yang membagikan 200 paket pangan selama bulan Ramadhan 2018. Kaum duafa yang berada di pinggiran Kota Semarang merasa terbantu dan berharap program tersebut berkelanjutan setelah lebaran.

Salah satu warga Karangroto Kecamatan Genuk, Eko mengatakan, dirinya bersama sejumlah warga pernah menerima bantuan paket pangan. Saat itu, masyarakat banyak yang membutuhkan bantuan karena mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan.
“Kalau tidak salah minggu kedua saya terima bantuan itu. Tidak ingat betul saat itu tapi saya masih ingat saat bantuan itu diberikan. Terimakasih atas bantuannya. Kami kaum duafa butuh perhatian seperti itu,” ungkapnya saat ditemui Mediajateng.net baru-baru ini.
Warga lain Yuli juga mengatakan, sebagai warga kurang mampu dirinya berharap bantuan datang tidak hanya saat bulan Ramadhan. Pasalnya, pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti sembako dan makanan lainnya masih menjadi masalah yang belum terpecahkan.
“Kaum duafa seperti kami masih menjadi kaum ekonomi sulit. Semoga gerakan kemanusiaan seperti ini jalan terus,” kata pria yang sudah lama menghuni rusunawa.
Sebelum memasuki bulan Ramadhan, Koordinator Program ACT Jateng, Giyanto mengatakan, selama Ramadhan pihaknya membagikan 200 paket pangan kepada kaum dhuafa di wilayah pinggiran Kota Semarang. Aksi tersebut merupakan salah satu bagian dalam dalam program ”Beri Ramadan Terbaik”.
ACT berkeinginan agar umat muslim pada Ramadan mampu memanfaatkannya untuk melipatgandakan ikhtiar dan amalan terbaiknya.
”Salah satu program berupa pembagian 200 paket pangan selama Ramadan. Rencananya dibagikan setiap hari kepada kaum duafa. Pembagian akan dilakukan di daerah-daerah pinggiran Semarang. Misalnya saja wilayah Pantura, Sayung, dan Genuk,” ujar  Giyanto, Selasa (15/5).
ACT berharap program peduli sesama ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Selain membagikan paket pangan, pihaknya juga mengadakan buka bersama duafa yang terangkum dalam program Pelosok Jateng.

60 KOMENTAR

Comments are closed.