Semarang – medijataeng.net

Pemberlakuan jalan satu arah di kota Semarang terutama di kawasan ruas jalan Pemuda, mulai Jumat ( 17/2 ) lalu, masih juga membingungkan bagi pengguna jalan. Tidak sedikit pengguna jalan yang mengeluhkan kebijakan tersebut karena justru membuat mereka terjebak kemacetan.

“Semestinya diikuti dengan penyesuaian pengaturan traffic light di kawasan jalan Pemuda.Terlalu lama lampu merah yang menyala menjadikan kawasan tersebut justru kian macet. Sehingga untuk menghindari kemacetan, jalan alternatif menjadi pilihan.Meski akhirnya tetap macet.” kata Anne warga Suyudono

Pemberlakuan jalan satu arah memberikan dampak perilaku baru bagi pengguna jalan.

”Kami lebih memilih berangkat lebih pagi untuk menghindari kemacetan, terutama ketika jam masuk sekolah.Sayangnya, hal ini juga tidak menguntungkan.”tutur Debbi, warga Puri Anjasmoro

Pakar transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijawarno menegaskan kebijakan satu arah hanya berdampak pada pemerataan sirkulasi kendaraan bermotor, tidak bisa mengurangi volume kendaraan, bahkan kemacetan.

“Jika mau mengurangi atau mengatasi kemacetan, harus dipercepat melalui penataan transportasi umum.Hal ini jelas tergantung konsep Walikota Semarang, akan membawa kearah mana sektor transportasinya.” tutupnya

3 KOMENTAR

Comments are closed.