SEMARANG, Mediajateng.net – Panasnya perselisihan antara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan Ketua Pansus LKPJ Fery Firmawan justru dianggap menjadi pendidikan politik yang bagus.
Pasalnya, perselisihan antara dua politisi tersebut bukan sekadar debat kusir. Pakar Pemerintahan Universitas Diponegoro Teguh Yuwono menyatakan, usai silang pendapat di media, kedua politisi tersebut berkenan hadir dalam debat interaktif merespon LKPJ Gubernur adalah warna baru dalam pendidikan politik masyarakat.
Sebab‎, menurut Teguh Yuwono pertanggungjawaban gubernur sebenarnya kepada rakyat bukan DPRD. Dengan mengikuti dialog, rakyat akan belajar bahwa membandingkan Gubernur Jateng tidak bisa dengan Gubernur DKI. “‎Gubernur Jateng tidak bisa mengganti camat dan walikota seperti Ahok, wilayah Jateng juga lebih luas,” katanya.
‎Terkait penilaian DPRD yang mengatakan kinerja Ganjar belum nampak, Teguh tidak sepakat. Menurutnya pembangunan infrastruktur besar-besaran di era Ganjar baru bisa dirasakan dampaknya secara signifikan pada tiga sampai empat tahun lagi. Ia juga meminta Dewan mampu menelisik lebih dalam, apakah kekurangan-kekurangan yang ditudingkan kepada Ganjar benar-benar hasil kinerja Pemprov Jateng.‎ “‎Karena banyak persoalan sebenarnya tidak di Pemprov, tapi di kabupaten/kota. Kemiskinan, pengangguran, izin investasi dan lainnya. Harus dipisahkan agar objektif,” tegasnya. (MJ-075)

2 KOMENTAR

Comments are closed.