GROBOGAN, Mediajateng.net – Warga Gubug dikejutkan dengan hal yang tak biasa. Terlihat di sebuah ladang milik Saputro Wicaksono, petani asal dukuh Jatipening RT 4 RW 5 desa Rowosari, kecamatan Gubug, padi tumbuh dengan tangkau panjang.

Pohon padi lengkap dengan bulir padi jauh lebih banyak yakni mencapai 800 bulir per tangkainya itu terlihat berbeda dengan tanaman padi milik tetangganya.

“Padi milik Pak Saputro tampak beda dengan padi pada umumnya. Pokok padinya lebih tinggi dan bulir pertangkainya lebih banyak. Jadi oleh warga dikenal dengan padi “Purba”. Alasanya mungkin karena aneh,” kata Widi, warga yang tinggal di sekitar Desa Rowosari.

Tidak saja keanehan dari sisi pokok dan bulir yang lebih banyak, namun padi yang sering didatangi penyuluh pertanian itu juga lebih cepat panen.

“Tanamnya 1 Mei 2018, saat ini tinggal pematangan dan siap dipanen. Jadi warga pada penasaran ikut datang dan melihat ke sawah,” tambahnya.

Saputro, pemilik padi bertangkai panjang itu saat ditemui mediajateng.net menjelaskan, padi yang ditanamnya merupakan padi jenis Petani Indonesia Menggugat atau lebih dikenal dengan sebutan padi PIM.

“Akhir April lalu saya dapat benih padi dari Jawa Timur. Di Jatim benih padi ini dikenal dengan padi raksasa. Saya coba budidayakan dan ternyata bisa,” katanya sembari menunjukan padi siap panen yang ditanamnya, Minggu (22/7/2018).

Kendati memiliki perbedaan suhu di mana suhu di Grobogan jauh lebih panas, namun padi menunjukan hasil yang maksimal.

“Pohonya tidak terlalu tinggi dan bulirnya lebih sedikit. Namun dibanding menanam padi jenis lain dari 2.500 meter persegi lahan yang saya tanami mampu memberikan hasil hingga tiga kali lipat,” tambahnya.

Yang lebih menarik, tambah Saputro, meski panen baru sekitar sepekan lagi. Namun, calon pembeli padi untuk dibenihkan sudah sangat banyak. “Dengan sistim penanaman yang sana namun hasil bisa tiga kali lipat tentu membuat pendapatan petani seperti saya bisa mendapatkan uang lebih banyak,” akunya.

Saputro menambahkan, pembelian benih ada yang dilakukan di rumahnya yang berada di antara Desa Kuwaron dan Desa Kapung. Ketertarikan, lebih pada jumlah bulir yang lebih banyak plus panen yang hanya sekitar tiga bulan atau satu bulan lebih cepat.

“Ada juga yang membeli dengan menghubungi telepon di nomor 085641703706. Pemesan biasanya tahu secara getok tular,” pungkasnya. (Ag-MJ)