Semarang, Mediajateng.net – Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta bersama aparat kepolisian, mulai meningkatkan pengawasan sejumlah aset lembaga keuangan, terkait adanya tindak penipuan yang dilakukan oleh UN Swissindo kepada para nasabah. Hal ini dilakukan menurut Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Moch Ihsanuddin, terlebih dengan adanya informasi, bahwa pada tanggal 18 Agustus 2017, Jumat esok, seluruh nasabah UN Swissindo dijanjikan dapat mencairkan dana pelunasan kredit tersebut.

“Ada 50 lembaga keuangan, baik itu bank umum, BPR/ BPRS, lembaga pembiayaan dan PT Permodalan Nasional Madani, yang tercatat memiliki nasabah yang terkena janji – janji pelunasan hutang korban penipuan UN Swissindo. Demi memberikan keamanan agar tidak terjadi kericuhan, mereka korban penipuan yang datang ke bank, nantinya akan kami giring untuk membuat pelaporan secara hukum. Agar segera dapat ditindak secara hukum pula.” tegas pihaknya

Seperti diketahui, UN Swissindo selain melakukan tindakan penipuan dengan janji pelunasan kredit hutang kepada masyarakat menggunakan website, juga telah memperjualbelikan voucher senilai 1.200 US Dollar kepada nasabahnya, untuk ditukarkan ke salah satu perbankan yang disebut, yaitu Bank Mandiri.

Menanggapi hal ini , Regional CEO Bank Mandiri wilayah Jawa Tengah – DIY, Maqin U Norhadi, membantah keterlibatan pihak bank dalam kasus ini. Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi di seluruh tingkatan wilayah agar masyarakat semakin paham dan ikut mewaspadainya.

“Kami sama sekali tidak bekerjasama dengan UN Swissindo dan tidak ada sama sekali mekanisme pembukaan rekening sesuai yang dijanjikan tersebut.” kata Maqin

Sampai saat ini OJK Regional 3 Jawa tengah dan DIY, telah mencatat ada sekitar 202 nasabah dalam kasus penipuan UN Swissindo yang tersebar paling banyak di wilayah Pati. Sayang, sampai saat ini, belum ada satupun yang berani melakukan tindakan pelaporan ke ranah hukum. (MJ-202)