Semarang-mediajateng.net

Polrestabes Semarang melalui Satbinmas, Senin (13/2) memanggil orang tua dan Kepala Sekolah 17 remaja yang ditangkap oleh Tim II ops Elang saat hendak menyerang seseorang warga Gunung Brintik, Randusari, Semarang Selatan pada sabtu 11/2 yang lalu sekira pukul 23.45, saat berada di kampung Jalan Bulu Stalan III.

Kasat Binmas Polreatabea Semarang, AKBP Andhika Bayu P saat dikonfirnasi mengtakan, bahwa pemanggilan orang tua dan Kepala Sekolah yang anak dan siswanya tersebut bertujuan untuk memberikan pengarahan dan informasi terkait ke 17 remaja yang ditangkap.

” kita panggil satu satu, kita beri masukan dan pengarahan terutama sistem pengawasan terhadap 17 remaja yang ditangkap. Saya juga mengharpkan kepada orang tua untuk lebih fokus dalam mengawasi anak sehingga nantinya tidak diulangi kembali melakukan hal hal yang buruk,” ungkap Andhika

Rencananya Rabu (14/2) pihak Satbinmas Polrestabes Semarang dan Dinas Pendidikan kota Semarang akan melakukan pertemuan guna mencari solusi tentang banyaknya aksi tawuran yang akhir akhir ini melibatkan anak sekolah.

Seperti diberitakan kemarin 17 Remaja 2 diantaranya wanita ditangkap oleh Tim II ops Elang Polrestabes Semarang saat berada di Jl Bulustalan III Semarang , Sabtu (11/2) sekira pukul 23.45 WiB. Mereka diduga akan melakukan penyerangan ke warga Randuasari (gunung brintik) dengan alasan membalas dendam, Ironisnya satu yang ditangkap masih duduk di bangku Sekolah Dasar. ( MJ-303)

Comments are closed.