SEMARANG. Mediajateng.net – Bagi mayoritas orang, kendati memiliki uang ratusan atau bahkan miliaran rupiah ketika sakit strock atau sakit parah yang membuat orang tidak bisa bergerak tidak akan bisa berobat ke luar negeri.

Uang menjadi tidak ada nilainya ketika hendak berobat ke luar negeri, lantaran karena kondisi sakit yang diderita memaksa pasien harus tidur di ranjang sehingga tidak bisa mengurus dokumen yang menjadi syarat wajib khususnya pasport.

“Orang yang sakit apa lagi sakit lumpuh. Pasien saat akan membuat pasport tetap harus datang ke kantor Imigrasi. Mereka sampai didorong pakai kursi roda, bahkan sampai diangkut ambulan dan karena tidak bisa diangkat ambulan sampai masuk ke dalam kantor imigrasi. Tentu permasalahan ini perlu solusi,” ungkap Sri Marhaeni Yuliastuti, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang pada sosialisasi Keimigrasian di Car Free Day, Simpang Lima, Semarang, Minggu (14/7).

Sebagai terobosan, kantor Imigrasi kemudian membuat program Imigrasi jemput bola Semarang atau disingkat Si Jempol Semar. Dengan program ini, calon pemohon pasport khususnya penyandang sakit kronis lumpuh atau sakit parah yang mengakibatkan pasien tidak bisa bangkit dari tempat tidur bisa terbantu.

Tidak saja memudahkan, namun ini juga program kemanusiaan namun tanpa mengabaikan tertib administrasi. Tidak saja bagi pasien lumpuh, tapi Si Jempol Semar juga bisa dimanfaatkan bagi pemohon difabel maupun disabilitas.

Inovasi ini bertujuan memberikan kemudahan bagi pemohon paspor berkebutuhan khusus (disabilitas atau sakit) bisa dilakukan pengambilan data biometrik dan pengambilan foto di rumah tanpa harus datang ke Kantor Imigrasi Semarang. Pemohon cukup menelepon ke Kantor Imigrasi Semarang, dan menyampaikan permohonan, yang akan ditindaklanjuti oleh petugas Imigrasi untuk datang ke rumah pemohon paspor.

“Tentu, pemohon harus melengkapi persyaratan yang lengkap. JIka sudah lengkap, tinggal telepon ke kantor Imigrasi petugas akan datang ke rumah. Kendati petugas datang ke rumah tidak dikenakan biaya tambahan,” katanya.

Sutrisno, Warga Semarang Indah, Tanah Mas, Semarang Utara, yang sering bepergian ke luar negri melihat, selama ini kendati sakit parahpun ngurus pasport harus ke Imigrasi guna mengurus dokumen.
“Jika program ÿang dikatakan Si Jempol Semar terealisasi dengan baik. Tentu sangat membantu. Jangan sampai orang yang ingin berobat jadi tambah parah sakitnya karea kesusahan mengurus dokumen,” katanya.

Memang foto itu mudah bagi orang sehat. Tapi, jika sakit lumpuh tentu susah datang harus dihantar, haru didorong kursi roda bahkan harus ditandu.
“Jika sekarang imigrasi ada program ngurus pasport datang ke rumah pasien sangat hebat, Terobosan ini sangat memanusiakan orang sakit,” tambahnya.Mj-50