Semarang-mediajateng.net

Aparat Subdit I Direktorat Resese Kriminal Khusus masih melakukan pengujian Pupuk palsu hasil penggrebekan di Sukoharjo beberapa waktu lalu masih dilakukan uji laboratorium. Hal pengujian itu dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPPT) komplek Taru Budaya Ungaran, Jawa Tengah, untuk mengetahui komposisi dan mutu pupuk.

Dari keterangan Kanit 2 Subdit 1 Indagsi, Dit Reskrimsus Polda Jateng, Kompol I Nyoman Garjita mengungkapkan, untuk hasil uji laboratorium, pihaknya masih menunggu, dan diharapkan beberapa hari kedepan akan selesai.

“Diujikan pada 13 Februari kemarin, minggu ini akan selesai, karena prosesnya cukup lama, sekitar 1 bulan,” ujar Garjita di Kantor Dit Reskrimsus Polda Jateng, Senin (6/3).

Sementara itu, pemilik pabrik pengolahan pupuk palsu, Suwarno alias Nano (40) warga batangan, Pati itu, mengaku baru dua bulan menjalankan praktik curangnya itu. Nano berkilah, dirinya membuka pabrik itu karena ingin membantu empat temannya.

“Saya dulu sekitar tahun 2014 kerja ikut orang di pabrik pupuk kaWasan Karanganyar. Tahun 2016 saya dan empat orang teman enggak dibayar. Hingga akhirnya menyewa rumah untuk produksi,” ungkapnya di Kantor Dit Reskrimsus Polda Jateng.

Nano mengakui dalam satu minggu usahanya itu bisa menghasilkan pupuk seberat 5 ton, dengan omzet sebesar Rp 12 juta. Dan pupuk oplosan atau palsu ini dijual di koperasi desa. Terkait tidak adanya ijin produksi, dia mengaku masih diajukan di Departemen Pertanian.

“Ijin perdagangan sudah ada, tapi ijin produksi masih saya ajukan. Masih dalan proses,”ujar Nano.

Pelaku ini dijerat  Pasal 60 ayat 1 jo pasal 37 ayat 1 huruf F, tentang sistem budidaya tanaman, dan atau

Pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf A dan E undang-undang perlindungan konsumen, dengan ancaman hukuman 5 tahun.

“Pelaku hanya dikenakan wajib lapor setiap hari senin dan kamis. Selama pemeriksaan, pelaku dianggap kooperatif,” tambah Kompol Gajita.

Pupuk yang dipalsukan oleh Nanao adalah merek Cllotran, Seven Trans, dan Fitran. Petugas mengamankan barang bukti berupa 195 sak Cllotran, 69 sak Seven Trans, dan 7 sak Fitran. Dalam karung pupuk itu tertulis produksi CV AA Mulya Tani dan CV Mutiara. (MJ-303)