SEMARANG, Mediajateng.net-

Pemerintah Kota (Pemkot) berharap program penanganan kawasan permukiman kumuh di perkotaan atau NUSP (Neighborhood Upgrading and Shelter Project) bisa kurangi 234 hektar kekumuhan di Kota Semarang.

Saat ini, dari luasan kota Semarang, 415,83 hektar masuk kategori kawasan kumuh. Kawasan kumuh, tersebar di 15 Kecamatan dari total 17 kecamatan di wilayah Kota Semarang.

Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan (Disperkim) Kota Semarang, Muthohar, usai serah terima pekerjaan NUSP-2 Tahun Anggaran 2017, Siklus 1, Kota Semarang di balai RW XI Kelurahan Tanjungmas, menjelaskan NUSP merupakan program nasional.

NUSP dilakukan melalui kemitraan antara Pemerintah, Masyarakat, dan Sektor Swasta, serta penguatan kapasitas kelembagaan daerah guna menjamin terlaksananya pembangunan kawasan permukiman di perkotaan yang mandiri dan berkelanjutan.

“Di Kota Semarang NUSP di mulai tahun 2015. Bagi kelurahan yang masuk dalam wilayah kumuh diberi dana Rp 1 miliar,” ungkapnya, dalam rilis Selasa (31/10/17).

“Tahun 2017 dianggarkan Rp 30 miliar sama seperti tahun lalu. Semua kegiatan dilaksanakan disesuaikan dengan kebutuhan kawasan,” katanya.

Adanya kerjasama antara pemerintah kota, provinsi dan pusat, pihaknya optimis menargetkan kawasan permukiman kumuh dientaskan tahun 2021.

Sementara itu Ketua Badan Keswadayaaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara, Bambang Sutrisno mengatakan, sebagian besar program penanganan kawasan permukiman kumuh masih fokus pada kegiatan perbaikan saluran dan peninggian jalan.

“Tahun ini, di wilayah Bandarharjo masih berjalan proses pekerjaan, rata-rata sudah mencapai 60%. Sebenarnya indikator pekerjaan dalam NUSP itu yang berkaitan dengan sanitasi dan air minum. Tapi nanti disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing, seperti di Semarang Utara terjadi rob dan banjir sehingga perlu dilakukan salah satunya dengan peninggian jalan,” katanya.

Selain Kelurahan Bandarharjo, Bambang menambahkan, kelurahan lain yang menjadi pilot projet program NUSP diantaranya, Kelurahan Tanjung Mas, Kemijen, Mangkang Wetan, Kuninngan, Dadapsari, Kaligawe, Tambakrejo, Mlatiharjo, Bugangan, Muktiharjo Kidul, Genuksari, Trimulyo, Meteseh, Rowosari, Jabungan dan Gedawang.