SEMARANG, Mediajateng.net, – Seakan tidak jera, hotel berkonsep syariah, Hotel Semesta, kembali terkena yustisi karena menunggak kewajiban membayar pajak selama tiga tahun dengan total nilai sebesar Rp600 juta.

Sebagai pertanda, Hotel berkonsep syariah di Jalan KH Wahid Hasyim, Bangunharjo, Semarang Tengah ini di depannya dipasangi baliho ukuran besar. Bertuliskan bahwa tanah dan bangunan hotel tersebut belum membayar pajak kepada Pemkot Semarang.

Menurut Kepala Bidang Pajak Daerah I Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Saryono, sebelumnya Hotel Semesta juga pernah diyutisi. Mereka membuat pernyataan sanggup untuk melunasi seluruh tunggakan pajak. Namun setelah ditunggu, tidak juga membayar sehingga hari ini kembali dilakukan yustisi, dengan pemasangan baliho di depan hotel.

“Sangat disayangkan, karena seharusnya mereka menepati kewajibannya karena pajak itu untuk pembangunan Kota Semarang,’’ katanya di sela memimpin yustisi, kemarin.

Saryono menegaskan, pihaknya akan menindak tegas jika pihak manajemen hotel tidak melunasi pembayaran pajaknya dalam tempo tiga bulan. Izin usaha dan operasional hotel tersebut bisa dibekukan dan ditutup.

Operasi yustisi pajak ini akan terus digencarkan karena demi pembangunan Kota Semarang. Apalagi target pendapatan daerah dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Semarang tahun ini mencapai Rp 346,5 miliar.

“Target tersebut sudah tercapai 68 persen, namun dengan kegiatan yustisi dan sosialisasi ini kami harapkan dapat segera tercapai 100 persen’’, tegasnya.

Sementara itu, salah satu karyawan Hotel Semesta, Asep mengaku, manajemen hotelnya akan segera melunasi tunggakan pajak tersebut ke Pemkot Semarang. Dalam minggu ini pihak manajemen akan membayarkannya. (ot/mj)