PATI,Mediajateng.net – Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) Jawa Tengah mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati yang akan merealisasikan normalisasi sungai Juwana.

Demikian disampaikan Ketua DPW GANTI Jateng, Widhi Handoko, usai mengikuti audiensi DRPD Provinsi Jateng dengan Bupati Pati dan jajarannya di kantor BBWS Pemali Juwana, baru-baru ini.

Menurutnya, normalisasi sungai Juwana mendesak dilakukan mengingat selama ini saat musim hujan tiba, warga yang berada di sungai Juwana akan mengalami kebanjiran lantaran luapan air dari sungai tersebut.

Termasuk dampak kerugian yang dialami para petani akibat banjir yang merusak areal pertanian mereka.

“Kami dari GANTI yang menginisiasi dan mendesak terus agar normalisasi segera dilakukan. Ini sesuai dengan aspirasi dan tuntutan para petani yang telah lama terkena dampak banjir sungai Juwana,” kata Widhi, didampingi Ketua DPD GANTI Kabupaten Pati, kepada Mediajateng.net, Rabu (23/5/18).

Widhi berharap normalisasi yang dilakukan tidak merugikan petani. Menurutnya, perlu pengerukan dan pembenahan total agar para petani tidak kebanjiran.

“Kami sambut gembira bahwa Bupati Pati telah berkirim surat ke Presiden dan segera ditindaklanjuti oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Semoga di tahun 2019 terealisasi dan akan kami kawal terus,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pati Haryanto mengatakan, sesuai dengan anggaran Dana Insentif Daerah (DID), besaran dana yang dibutuhkan untuk normalisasi sungai juwana sekitar Rp800 Miliar. Pihaknya sudah mengirimkan surat dan proposal ke Presiden dan sudah mendapatkan jawaban dari Sekretaris negara.

“Pada 2019 mendatang, kemungkinan besar sungai juwana akan segara dinormalisasi,” ungkapnya pada Mediajateng.net

Sementara itu, pihaknya juga sudah datang ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Tengah terkait normalisasi sungai juwana tersebut. Menurutnya, pihak BBWS akan memprioritaskan sunai juwana untuk normalisasi, kolam retensi maupun embung kembang kempis.

Sementara untuk jangka panjang sungai yang akan dinormalisasi yakni mencapai 40 hingga 60 kilometer. Selain itu juga akan ada pelebaran sungai sepanjang 100 meter, sehingga pada saat musim hujan, kondisi sungai tidak meluap.otg-mj