SEMARANG, Mediajateng.net – Salah satu masalah klasik di Kota Semarang adalah banjir dan rob. Berbagai penanganan telah dilakukan dan renanakan, normalisasi sungai Banjir Kanal Timur salah satunya.

Namun, normalisasi sungai Banjir Kanal Timur bukanlah hal mudah, mengingat tingkat sedimentasi yang cukup tinggi

“Pemerintah Kota Semarang harus akurat mengukur volume debit air genangan banjir kanal timur, tingkat sedimentasi sekaligus memperhitungkan periode banjir tahunan,” demikian disampaikan pakar hidrologi dari Universitas Diponegoro Semarang, Dr. Robert Kodoatie.

Dalam diskusi Menyelaraskan Tata Ruang Kota Semarang,hari ini, Senin (31/10), di Semarang, pihaknya menyebut Pemerintah Kota Semarang harus tegas berhitung teknis penanganan banjir ketika berhadapan dengan masyarakat.

Ketika normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur siap dilakukan, pemerintah harus berkomitmen melakukannya dari hulu hingga hilir. “Jangan setengah -setengah,” tegas Robert.

Seperti diketahui, pada tahun 2017, Pemerintah Kota Semarang akan melakukan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur. Seringkali yang menjadi kendala adalah sikap masyarakat yang kurang mendukung karena minimnya sosialisasi. (MJ-036)

 

Comments are closed.