Ngobrol Ekonomi di Masa Pandemi, Pertumbuhan Ekonomi Banjarnegara di atas Jateng dan Nasional

Ngobrol Ekonomi di Masa Pandemi, Pertumbuhan Ekonomi Banjarnegara di atas Jateng dan Nasional

BANJARNEGARA, mediajateng.net – Salah satu agenda acara peringatan Hari Jadi ke-450 Banjarnegara adalah talkshaw “Ngobrol Bareng tentang Membangun Ekonomi Banjarnegara di Masa Pandmi”. Obrolan santai ini berlangsung di Pendapa Dipayuda, Kamis (25/02/21). Hadir sebagai narasumber adalah Bupati Budhi Sarwono dan Kepala BPS Banjarnegara, Ratna Ratna Setyowati S.Si,MT,MA. Turut mendampingi bupati, Kepala Dinas Kominfo Riono Rahadi Prasetyo SH MH. Acara dipandu host Shinta Swara.

Budhi Sarwono dalam obrolan tersebut mengatakan, wabah pandemi COVID-19 telah banyak mempengaruhi kondisi perekonomian tahun 2020 secara global. Namun pada Pemkab Banjarnegara berkomitmen tetap membangun.

“Di tahun 2020, disamping fokus melaksanakan program penanganan COVID-19, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tetap berusaha memenuhi janji kepada rakyat untuk meningkatkan infrastruktur jalan kabupaten. Alhamdulillah pembangunan konstruksi jalan kabupaten naik sekitar 14%, sehingga telah banyak mendukung sektor lain,” kata bupati.

Dirinya juga menegaskan, di masa kepemimpinannya meminimalisir Silpa di bank. Anggaran yang ada dimaksimalkan untuk membiayai pembangunan. Yang dibutuhkan rakyat, katanya, adalah kemudahan akses atau jalan yang bagus. Dan program infrastruktur, khususnya pembangunan jalan kabupaten, berjalan sesuai target yang direncanakan, dimana hingga tahun ini sudah mencapai 84 persen lebih, sedang target RPJMD adalah di pertengahan tahun 2022, sehingga tinggal sedikit lagi.

“Sejak kampanye dan dilantik untuk memimpin Banjarnegara, saya bersama wakil bupati Bapak Syamsudin sudah berkomitmen untuk mendengar apa yang dibutuhkan. Ternyata rakyat sangat butuh akses. Butuh jalan. Maka kebijakan kami tiada lain infrastruktur. Kami tidak ingin anggaran di-silpa-kan. Kalau di-silpa-kan kami dapat bunga, sedangkan rakyat inginnya bungah alias senang,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala BPS Banjarnegara, Ratna Ratna Setyowati S.Si,MT,MA, mengatakan, bahwa Wabah Pandemi COVID-19 telah banyak mempengaruhi kondisi perekonomian tahun 2020 secara global, termasuk yang di Kabupaten Banjarnegara. Sebelumnya diperkirakan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banjarnegara mengalami perlambatan, namun masih berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah yang minus 2,65% dan nasional yang minus 2,70%.

“Kontribusi terbesar perekonomian Banjarnegara adalah sektor pertanian yang mencapai 30%. Dimana tahun 2020 sektor pertanian mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 3%. Kenaikan ini salah satunya dikarenakan telah terbukanya akses antar wilayah di seluruh pelosok Banjarnegara. Jadi pembangunan infrastruktur sangat berpengaruh pada ketahanan ekonomi,” ungkapnya.

Kemudian, Ratna juga menjelaskan, bahwa meskipun angka kemiskinan pada tahun 2020 bertambah 0,88% akibat dampak pandemi, namun masih lebih baik daripada Kabupaten Kebumen, Purbalingga, Wonosobo, Brebes, dan Pemalang.

“selain itu, tingkat partisipasi angka kerja kabupaten Banjarnegara tahun 2020 sebesar 69,69. ini berarti bahwa tingkat partisipasi angka kerja Kabupaten Banjarnegara lebih besar dari Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 69,43. Dan Kabupaten Banjarnegara menempati urutan kedua terbesar di wilayah karisidenan Banyumas,” jelasnya.

Hadir mengikuti Ngobrol Santai tersebut Wakil Bupati Syamsudin S.Pd, M. Pd, Sekda Drs Indarto, dan Zarkasy mewakili ketua DPRD Banjarnegara. Acara tersebut juga disiarkan langsung oleh RSPD Suara Banjarnegara. (MJ/50)