GROBOGAN, Mediajateng.net- Air mata Rina Dwi Budiarti (34) warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh mengalir di kedua pipinya saat ia dikunjungi tim medis dari Puskesmas 1 Toroh, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Grobogan.

Pasalnya, perempuan berbobot 200 kilogram ini akan segera mendapatkan penanganan dalam hal pengobatan yang diinginkannya selama ini.

Rina, sapaan akrabnya, sempat menjadi viral di dunia maya yang tersebar di Kabupaten Grobogan saat ia disorot mengenai kondisinya tersebut.

Mendapatkan informasi tersebut, pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial langsung mendatangi rumahnya yang sederhana di pinggiran jalan raya Solo-Purwodadi, Selasa (12/2/2019).

M Abdul Rauf, dari Dinas Kesehatan Grobogan adalah yang kali pertama datang ke rumah Rina. Ia didampingi tim medis dari Puskesmas 1 Toroh langsung melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap Rina.

Rauf, sapaan akrabnya, menjelaskan Rina kemungkinan mengalami obesitas. Di samping itu, perempuan yang berprofesi sebagai pedagang makanan ini juga mempunyai riwayat penyakit diabetes mellitus (DM).

“Dia pernah melakukan pengobatan yaitu membeli obat di tempat-tempat farmasi. Itu ‘pun kalau dia punya uang. Dengan adanya Dinas Kesehatan yang telah melakukan pengecekkan dan pemeriksaan di lapangan dengan melihat keadaan ekonominya, maka kita usahakan menjadi peserta BPJS,” kata Rauf.

Meski didaftarkan menjadi peserta BPJS, Rina tidak bisa langsung ditangani karena kartu BPJS tersebut baru dapat diaktifkan per 1 Maret 2019. Meski demikian, jika terjadi keluhan, perempuan tersebut dapat berobat dengan mempergunakan Jamkesda.

“Tapi nanti kalau sewaktu-waktu ia mempunyai keluhan dan perlu adanya perawatan, dia bisa dirawat dengan menggunakan fasilitas Jamkesda,” ungkapnya.

Menurut Rauf, pihaknya bersama-sama dengan Dinas Sosial melakukan sinkronisasi untuk melayani masyarakat Kabupaten Grobogan dan diharapkan tidak ada warga yang terlantar karena butuh perawatan kesehatan.

“Kita sudah siap. Dari dulu pun kita sudah siap. Kalau ada yang memang membutuhkan kami sepenuhnya siap,” katanya.

Rauf menambahkan, pihaknya mengetahui adanya perempuan berbobot 200 kilogram di Desa Krangganharjo ini karena mendapatkan laporan dari rekan media. Menurutnya, ia tidak mengetahui kalau ternyata Rina mempunyai keluhan.

“Saya tidak tahu kalau dia ini punya keluhan karena dia masih bisa beraktivitas seperti biasa, berjualan di tempat wisata Candi Joglo. Karena itu, adanya teman wartawan tadi, dia dapat mengungkapkan isi hatinya bahwa dia ingin melakukan pengobatan. Dia berobat jika ada uang saja. Maka dengan adanya BPJS nanti, diharapkan dia dapat dirawat dengan menggunakan fasilitas kesehatan tersebut,” kata Rauf.

Rina mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendengarkan suara hatinya tersebut. Termasuk membuat vlog ucapan terima kasih berbahasa mandarin, dimana Rina mempunyai talenta yang luar biasa yakni fasih berbahasa mandarin.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Pemkab Grobogan melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, juga masyarakat Kabupaten Grobogan yang telah memperhatikan saya dan akhirnya saya dapat segera tertangani. Semoga nantinya saya dapat sembuh seperti sedia kala dan dapat melakukan aktivitas seperti biasa,” tutur Rina.(Ag-Mj)