Nasib 18 Calon Haji Grobogan 2018 Kemana

GROBOGAN. Mediajateng.net-Sebanyak 18 calon jemaah haji asal Grobogan ditunda keberangkatannya menunaikan ibadah sucinya pada tahun 2018. Hal ini dikarenakan adanya empat faktor. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Grobogan, Abdul Rouf.

‘’Dari 18 calon jemaah itu, ada empat yang belum memenuhi kesehatan, kemudian tiga dalam keadaan hamil, sementara sisanya menunda keberangkatan karena berbagai alasan. Kebanyakan yang menunda karena ingin berangkat bersama muhrimnya atau orang tuanya,’’ kata Rouf sapaan akrabnya.

Diakui Rouf pada tahun ini, sebanyak 21 jamaah haji ditunda keberangkatannya. Tiga diantara calhaj itu meninggal dunia. Dari data ini, pihaknya telah melaporkan kepada Kantor Kemenag Jateng. Rouf menjelaskan untuk kekosongan lantaran meninggal dunia, akan diisi dari pengusulan muhrimnya.

Sampai saat ini, sudah ada 893 jemaah dari 910 porsi yang sudah melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Pelunasan tahap pertama dilakukan sejak 16 April hingga 4 Mei 2018. Kemudian tahap kedua dibuka 16-25 Mei 2018.
‘’Pelunasan tahap kedua khusus yang gagal sistem, sudah berhaji, penggabungan bersama muhrimnya dan lanjut usia,’’ jelasnya.

Sebelumnya mereka telah membayar sebesar Rp 25 juta dari total pelunasan Rp 35.933.275 di embarkasi Surakarta. Sehingga pada pelunasan kali ini mereka tinggal membayar Rp 10.933.275.

‘’Selanjutnya mereka menunggu nomer kloter dan manasik haji. Untuk kloter, kami hanya mendapat info pemberangkatan kloter pertama dimulai pada 16 Juni nanti. Namun untuk Kabupaten Grobogan belum tahu akan mendapatkan urutan ke berapa,’’ terangnya.

Sebelum para calon jamaah haji ini berangkat, pihaknya mengimbau agar mereka mempersiapkan fisik maupun psikis. Pasalnya, jemaah akan menghadapi perbedaan budaya, bahasa maupun iklim. Bahkan bagi seluruh jemaah diminta mulai membiasakan diri sholat di masjid.

‘’Sebab, di sana nanti akan sering bertemu dengan masjid. Hal ini dikarenakan jarak mereka beribadah dan penginapan yang jauh. Kalau tidak terbiasa di masjid akan susah,’’ pesannya. (Ag-MJ)