Mulai Mei 2017 Reviewer LP2M Disershkan ke Universitas

Semarang – medijateng.net

Kementrian Riset dan Teknolgi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) pada Mei mendatang rencananya akan menyerahkan pelaksanaan pemeriksa dan editor atau reviewer proposal Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), kepada masing-masing universitas atau perguruan tinggi (PT) atau yang disebut dengan disentralisasi.

Ketua LPPM Universitas PGRI Semarang Suwarno Widodo mengatakan jika sebelum aturan tersebut diberlakukan, pihak universitas harus mempersiapkan para reviewer yang biasanya dilakukan oleh para dosen yang berkompeten di masing-masing bidang akademiknya.

“ Persiapan perguruan tinggi atau universitas harus dilakukan, pasalnya kebijakan ini akan mulai berjalan dalam waktu dekat,” katanya usai pembukaan pelatihan bagi reviewer nasional pengabdian kepada masyarakat di Hotel Muria Jl Dr Cipto Semarang, Jumat (24/2)

Menurutnya, pihak universitas wajib menyediakan reviewer berstandar nasional, tugasnya adalah melakukan seleksi proposal terkait pengabdian kepada masyarakat. Pihaknya sendiri terus menggenjot pelatihan di semua perguruan tinggi agar target jumlah reviewer yang jumlahnya tergantung masing-masing jumlah fakultas.

“ Pelatihan ini dilakukan untuk menambah jumlah sumber daya manusia (SDM) yang melakukan review proposal. Kemudian, yang kami harapkan dari reviewer ini menjadi kreatif dan mengoreksi serta memberi masukan untuk proposal yang tidak layak menjadi proposal yang layak,” jelasnya.

Pelatihan itu sendiri, kata dia tidak semata menambah jumlah reviwer tetapi juga meningkatkan mutu dan keragama. Selain itu juga dilakukan sebagai sarana untuk mendorong universita agar bisa meningkatkan jumlah penelitian dan pengabdian masyarakat.

“ Saat ini UPGRIS setidaknya memiliki 63 proposal penelitian, sementara 17 proposal lainnya tentang pengabdian yang bidangnya kependidikan, pemberdayaan masyarakat agar kemiskinan bisa berkurang,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Kemenristek Dikti Victoria Suhartini, yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan jika pelatihan yang dilakukan kemarin, memiliki tujuan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas reviewer internal.

“ Selain itu juga untuk meningkatkan pemahaman tugas dan fungsi perguruan tinggi dalam rangka desentralisasi penelitian. Peserta adalah utusan wakil yang ditunjuk oleh pimpinan perguruan tinggi sebagai calon reviewer internal perguruan tinggi masing-masing,” tambahnya.

Terpisah Wakil Rektor IV UPGRIS Nizaruddi mengungkapkan jika dalam menghadapi kemajuan teknologi dan memasuki era glibaliasi, pihak universitas harus bisa meningkatkan mutu serta mengembangkan kemampuan dari segala aspel agar lulusan yang dihasilkan bisa memiliki hard skill sekaligus soft skill dan bisa bersaing dipasaran kerja, baik nasional maupun internasional.

“ pendapat saya, kebijakan desantrilasasi kegiatan penilitan merupakan sebuah langkah agar universitas bisa mengembangkan diri dan bisa lebih mandiri,” ujarnya (MJ-606)

Comments are closed.