UNGARAN, Mediajateng.net,  – Sejumlah paguyuban angkutan wisata plat hitam di kawasan Bandungan Kabupaten Semarang dan sekitarnya, menandatangani kesepakatan bersama untuk melakukan kuningisasi. Yakni, beralih dari angkutan plat hitam menjadi plat kuning dengan trayek khusus wisata yang dikelola melalui PT Lintas Ratna Gemilang (LRG).

Hal ini dilakukan seiring dengan rencana penataan kawasan wisata Bandungan. Dengan demikian secara otomatis angkutan wisata di kawasan tersebut juga mulai dibenahi.

Selain penataan trayek wisata, PT LRG juga membuat aplikasi khusus angkutan wisata yakni do_piknik dan do_ngojek, yang akan mendukung operasional angkutan wisata di Bandungan dan sekitarnya.

“Alhamdulillah, semua awak dan pengusaha angkutan sepakat kuningisasi. Kami akan kelola secara gotong royong bersama semua elemen. Tujuan kami kedepan yakni menata angkutan wisata yang ideal, mulai dari kenyamanan kendaraan, keamanan serta kemudahan order dan kesamaan tarif,” ungkap Direktur PT Lintas Ratna Gemilang, Pristyono Hartanto di tengah acara sosialisasi trayek wisata dan aplikasi do_piknik di aula Kantor Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Selasa (25/6).

Pristyono menambahkan, untuk mendukung kegiatan transportasi wisata Bandungan PT LRG juga membuat aplikasi do_piknik dan do_ngojek. Aplikasi yang dapat diakses melalui Smartphone ini, akan terintegrasi dengan semua destinasi wisata, resto, hotel dan karaoke serta semua jenis angkutan yang ada.

“Saat ini aplikasi sudah 75 persen, Insya Allah akan kami launching saat HUT Bandungan. Aplikasi yang dibuat oleh tim IT asli Bandungan ini dibuat untuk mendukung operasional angkutan wisata. Mulai mengatur order, antrian dan lainya,” kata dia.

Ditambahkan Pristyono dalam sosialisasinya, angkutan yang dikelola yakni shuttle bus, feeder, Jeep dan ATV tour serta Caravan. Harapnya jika sudah berjalan dengan baik dan ada kerjasama dengan sejumlah destinasi wisata serta hotel dan restoran. Tidak menutup kemungkinan khusus angkutan feeder akan digratiskan untuk wisatawan.

“Feeder itu hanya beroperasi dari hotel, resto, karaoke dan destinasi wisata. Tidak masuk ke sub terminal,” imbuhnya.

Ketua Organda Kabupaten Semarang, Hadi Mustofa menyambut baik kesepakatan bersama tersebut, sehingga kedepan tidak ada lagi monopoli wilayah yang dikelola hanya oleh paguyuban tertentu yang berujung terjadi gesekan antar awak angkutan.

Dengan dibuatnya trayek angkutan wisata serta pengelolaan oleh satu satu lembaga yang ditunjuk yakni PT LRG maka akan tercipta angkutan wisata yang berkualitas.

“Selama ini banyak paguyuban angkutan dan kebanyakan plat hitam. Dengan kuningisasi tentu akan membantu awak dan pengusaha angkutan, pajaknya murah dan ada tata kelola,” kata dia.

Hadi juga mengingatkan kepada PT LRG agar tidak merugikan angkutan reguler yang telah beroperasi sebelumnya. Pihaknya minta semua dilibatkan jangan sampai ada yang tercecer.

“Harus ada kerjasama yang baik, jangan sampai angkutan yang lama baik plat hitam maupun plat kuning yang sudah beroperasi di sana justru disisipkan,” pesannya.

Sementara itu Kabid Angkutan Dishubkominfo, Wahyu mengatakan, kesepakatan bersama untuk trayek angkutan wisata di Bandungan menjadi harapan yang baik untuk kemajuan tata kelola transportasi di sana. Sebab dengan kuningisasi semua mendapatkan untung, baik awak angkutan maupun penumpangnya.

“Awak angkutan lebih nyaman karena bekerja sesuai aturan dan ada subsidi BBM dan pajak. Penumpang juga merasa nyaman karena kendaraanya sudah sesuai standar dan laik jalan. Selain itu ada perlindungan dari jasa Raharja,” ungkapnya. (ot/mj)