PURBALINGGA,Mediajateng.net – Alasan apapun membiarkan anak di bawah umur mengendarai motor sendiri, tidak dibenarkan. Selain mengajarkan anak memaklumkan tindak pelanggaran khususnya lalulintas, pembiaran anak mengendarai motor bisa mengakibatkan resiko kecelakakan yang bisa berakibat luka-luka hingga meninggal dunia.

Karenanya, untuk melindungi pengendara, jajaran Kepolisian memberlakukan tindakan tegas pada pelanggar lalulintas terutama anak di bawah umur. Penertiban, terutama dilakukan dalam rangka mendukung Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018.

Kepada Mediajateng.net, Selasa (20/3/18) dijelaskan Sat Lantas Polsek Karanganyar melakukan penertiban siswa di bawah umur yang membawa sepeda motor ke sekolah. Penertiban dilakukan di lingkungan MTs Negeri Karanganyar. Tidak sendiri, penertiban yang dilakukan pada Jumat (16/3/2018) lalu bekerjasama dengan jajran sekolah.

Dari hasil pemeriksaan yang diakukan kepada siswa yang belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP), ditemukan sejumlah sepeda motor milik siswa MTs yang diparkir di tiga tempat pekarangan warga. Kapolsek Karanganyar AKP Sayono mengatakan bahwa kegiatan penertiban dilakukan  dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018.

Sasaran penertiban adalah siswa SMP yang membawa sepeda motor ke sekolah.

“Penertiban dilakukan bekerja sama dengan pihak sekolah, yang sebelumnya menginformasikan bahwa ada siswa membawa sepeda motor dan diparkir di lingkungan luar sekolah. Adanya informasi tersebut, kita langsung lakukan penertiban,” kata kapolsek.

Dari pemeriksaan di sekitaran sekolah, didapati ada 61 sepeda motor. Sepeda motor tersebut  dibawa siswa untuk berangkat  dan pulang sekolah. Selanjutnya sepeda motor tersebut kita amankan ke polsek dan siswa yang membawa sepeda motor kita lakukan pendataan dan pembinaan.

“Dari sepeda motor yang diamankan, sebagian juga ditemukan tidak dilengkapi dengan kelengkapan sepeda motor sebagaimana mestinya. Antara lain tidak memasang plat nomor dan tanpa spion,” jelas kapolsek.

Kapolsek menambahkan, untuk sepeda motor yang kita amankan bisa diambil dengan didampingi oleh orang tuanya. Dengan syarat membawa surat kendaraan, kelengkapan kendaraan dan memakai helm serta membuat surat pernyataan. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas.

“Kita panggil orang tuanya juga sebagai langkah edukasi agar orang tua lebih ketat mencegah anaknya yang masih di bawah umur mengendarai sepeda motor sendiri. Karena hal tersebut sangat membahayakan baik bagi diri sendiri maupun pengendara lain,” ucap kapolsek.

Kapolsek berharap dengan langkah yang sudah dilakukan, siswa di MTs Negeri Karanganyar tidak mengulangi lagi perbuatannya melanggar peraturan lalu lintas. Selain itu, diimbau kepada para orang tua agar bisa menjadi kontrol mencegah pelanggaran yang dilakukan anaknya.

Sementara itu, Abas Rosadi salah satu guru di MTs Negeri Karanganyar mengucapkan terima kasih atas penertiban yang dilakukan pihak kepolisian. Dengan kegiatan tersebut diharapkan tidak ada lagi siswa di sekolahnya yang membawa sepeda motor sendiri ke sekolah.(505-MJ)