PURBALINGGA, Mediajateng.net -Miswoto (26) masih masih shock atas kematian ayahnya, Mudiarji Al Maji (56) pada Minggu (28/1). Tidak pulang hingga sore menjelang, Mudiarji ditemukan tak bernyawa di kebun.

Miswoto menceritakan, Minggu pagi ayahnya pamit hendak mencari rumput di kebun. Kepada ayahnya, dia berpesan agar lekas pulang dan jangan terlalu lelah.

Adzan Dzuhur berkumandang, waktunya orang-orang istirahat dari pekerjaan, atau pulang ke rumah jika sedang di ladang. Miswoto yang duduk di beranda rumah, belum juga mendapati ayahnya pulang.

Khawatir. Satu kata itu yang berkecamuk di pikir Miswoto. Tidal cukup di situ, hati Miswoto semakin tidak karuan ketika adzan ashar juga sudah bertalu-talu. Dengan segala gundah, dia memutuskan melangkahkan kaki, yang sedari tadi ingin melangkah mencari keberadaan sang ayah.

“Ayah punya riwayat penyakit jantung soalnya. Maka keluarga berpesan, jangan sampai lelah jika bekerja,” kata dia.

Beberapa kebun dia telusuri. Rimbun ilalang dia sibakkan. Tidak juga ketemu. Matanya mulai berkaca-kaca hasil dari resah pikir dan hatinya. Kaki Miswato terhenti beberapa meter dari sebuah pohon nangka.

“Ayah tergeletak di sana,” kata dia sambil terus berkaca-kaca matanya.

Melihat ayah tergeletak seperti itu, lanjut Miswoto, saya berlari, khawatir penyakit ayah kambuh. Dia mencoba memegang beberapa bagian tubuh.

“Ternyata ayah sudah meninggal,” air mata Miswoto benar-benar langsung mengalir.

Sementara itu, anggota Polsek Bojongsari, Polres Purbalingga, mendatangi lokasi penemuan mayat Mudiarji, di Dukuh Bukung RT 22 RW 11 Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga.

Kapolsek Bojongsari AKP Tri Arjo Irianto mengatakan setelah pihaknya mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung mendatangi lokasi. Selanjutnya melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Karena belum pulang hingga sore, anaknya mencari keberadaan ayahnya di kebun. Namun saat dilakukan pencarian, korban ditemukan terlentang di bawah pohon nangka dalam keadaan meninggal dunia,” kata kapolsek.

Kapolsek menambahkan, anggota polsek bersama dengan petugas medis dari Puskesmas Bojongsari kemudian memeriksa jenazah korban. Dari hasil pemeriksaan di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan.

“Diduga korban meninggal akibat terkena serangan jantung. Hal tersebut dikuatkan dengan keterangan istri dan anaknya bahwa korban sudah lama menderita sakit jantung dan tidak boleh kerja terlalu capai,” jelas Kapolsek.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai suatu musibah.