GROBOGAN, Mediajateng.net– Pagar makan tanaman, istilah itulah yang mungkin tepat sematkan kepada Rochmat warga Kedungjati, Kabupaten Grobogan yang satu ini.

Sebagai orang tua harusnya bertugas menjaga anak kendati anak kandung ataupun anak tiri yang diasuhnya. Namun dia malah nekat menyetubuhi anak yang harusnya dijaganya sendiri.

Parahnya, karena tindakan yang dilakukan anak perempuan berinisian IA yang masih berusia 15 tahun itu harus mengandung anak yang telah berusia 8 bulan.

Perbuatan cabul pada anak sendiri, dilakukan tersangka ketika sang anak meminta dibelikan sepatu dan tas sekolah. Saat perlengkapan IA rusak, maka sang anak meminta tas kepada pelaku yang merupakan ayah tirinya.

Namun naas, ketika mengajukan permintaan menggantikan tas sekolah yang rusak sekitar Juli 2016 lalu menjadi awal kejadian yang menghancurkan masa depannya.

Permintaan barang untuk memenuhi kebutuhan sekolah itu bukan saja membuat IA mendapatkan barang yang dinginkan. Namun, remaja wanita itu harus mengandung hasil tindakan sang ayah tiri.

Dalam gelar kasus di Mapolres Grobogan, terungkap, tindakan menodai anak sendiri bermula ketika IA Juli 2016 lalu, meminta kepada ayah tirinya untuk dibelikan. Karena sang ibu sedang jualan di sekolah, maka IA meminta barang kebutuhan sekolah kepada Roch ayah tirinya.

Bukan langsung memenuhi permintaan sang anak, Roch mengajak anak tirinya masuk ke dalam kamar yang saat itu sedang sepi. Di dalam kamar, pelaku kemudian menunjukan vidio porno kepada anaknya. Setelah menunjukan gambar, Roch kemudian menjanjikan akan membelikan barang yang diminta sang anak jika IA memenuhi ajakan berbuat asusila sang ayak tiri.

IA yang berusaha menolak, tidak bisa melawan keingian pria yang telah menjadi orang tua itu. Karena rumah dalam keadaan sepi, Roch dengan mudah meluncurkan aksinya. Berhasil melakukan tindakan pertama, tindakan kembali dilakukan. Ketika sang anak menghubungi untuk meminta uang saku untuk berangkat sekolah maupun membeli keperluan sekolah, pelaku selalu meminta imbal balik berhubungan intim.

Tiap sms minta uang atau dibelikan sesuatu saya minta itu. Berkali-kali, bisa 26 kali sejak pertama kali,” aku Rochmat yang saat gelar kasus di Mapolres Grobogan mengenakan cadar penutup muka.

Setiap habis menyetubuhi anak tirinya, pelaku yang setiap hari bekerja di bengkel per kendaraan mengaku memberi uang kepada anak tirinya sesuai permintaan.

“Kadang saya beri Rp 50 ribu kadang Rp 100 ribu. Kadang di rumah, kadang di rumah neneknya rumahnya dekat. Jika ‘melakukan’ di rumah biasanya saat ibunya jualan di sekolah,” katanya.

Karena tindakan pencabulan yang dilakukan secara berulang, oleh warga pelaku dilaporkan ke Mapolsek Kedungjati.505-Mj